WartapalaIndonesia.com, MOJOKERTO – Sekawan Bumi Foundation (Yayasan Sekawan Bumi Lestari) resmi menutup rangkaian Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan melalui Sesi Penanaman ke-6 yang dilaksanakan di kawasan Wisata Sumber Lumpang, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (29/3/2026).
Kegiatan ini menjadi penutup musim tanam kali ini sekaligus menandai keberhasilan gerakan yang telah berlangsung sejak sesi pertama hingga sesi keenam.
Gerakan ini melibatkan ratusan relawan dari berbagai komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum yang bersama-sama melakukan penanaman pohon sebagai upaya menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air di kawasan Gunung Penanggungan.
Pada sesi ke-6 ini, Sekawan Bumi Foundation juga berkolaborasi dengan BEM FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) yang turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Founder & CEO Sekawan Bumi Foundation, Mohammad Gofar Wibisana, menyampaikan bahwa perjalanan Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan bukan hanya sekadar kegiatan penanaman, namun juga gerakan bersama untuk menjaga masa depan lingkungan.
“Tidak terasa, Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan telah sampai di sesi ke-6, yang sekaligus menjadi penutup musim tanam kali ini. Sebuah perjalanan yang penuh cerita, perjuangan, kebersamaan, dan semangat menjaga alam bersama-sama. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi langit kepada seluruh volunteer Sekawan Bumi yang telah terlibat sejak sesi 1 hingga sesi 6,” imbuhnya.
Setiap pohon yang ditanam bukan hanya sekadar bibit, tetapi harapan untuk masa depan, sumber kehidupan, dan bentuk nyata kepedulian kita terhadap alam.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada mahasiswa BEM FISIP Unair yang telah berkolaborasi dalam sesi terakhir penanaman.
Selain itu, Gofar juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, serta berkomitmen untuk menghadirkan program yang lebih baik ke depan.
“Gerakan ini akan dilanjutkan kembali pada musim tanam berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada November 2026 hingga Maret 2027. Namun selama musim kemarau, kami tetap akan menghadirkan berbagai program seperti East Java Camping Festival, Konser di Hutan, Hiking Bersama, Festival Lingkungan, Diskusi, dan berbagai kegiatan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Duyung, Jurianto Bambang Siswanto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Sekawan Bumi Foundation atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan di wilayah Desa Duyung, khususnya di kawasan wisata Sumber Lumpang.
Kami sangat berterima kasih kepada Sekawan Bumi Foundation dan seluruh relawan yang telah berkenan turut serta melestarikan hutan dan alam di Desa Duyung, khususnya di kawasan wisata Sumber Lumpang.
“Gerakan ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan ke depannya, dan Pemerintah Desa Duyung siap mendukung program-program pelestarian alam berikutnya dari Sekawan Bumi Foundation,” ungkap Jurianto Bambang Siswanto.
Dukungan juga datang dari UPT Perbenihan Tanaman Hutan (PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Seksi Sumber Benih Tanaman Hutan, Ardianto Bagus UP, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Sekawan Bumi Foundation dalam menggerakkan penghijauan di kawasan Gunung Penanggungan.
“Kami mengapresiasi Sekawan Bumi Foundation yang telah menginisiasi Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan. Bibit pohon yang disupport melalui UPT PTH dapat terdistribusi dan tertanam dengan baik, transparan, serta disertai laporan yang jelas. Kami berharap kehadiran Sekawan Bumi Foundation dapat membantu mengkampanyekan gerakan penghijauan, khususnya di kalangan generasi muda dan Gen Z,” jelas Ardianto Bagus UP.
Senada dengan statement Fahmi Adimara, Co-Founder Sekawan Bumi. “Komunitas tidak cukup hanya bergerak, yang dibutuhkan adalah membangun sistem dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi penta helix, setiap aksi kami dorong menjadi ekosistem yang saling terhubung, seperti yang diwujudkan dalam kolaborasi lintas sektor di lapangan: Yayasan Sekawan Bumi Lestari X BEM FISIP Universitas Airlangga X Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur X Pos Pendakian Penanggungan Via Sumber Lumpang X X Local Guides Indonesia X KAHF Surabaya X Dapanel Digital Kreatif.
Kami menghubungkan aksi lingkungan, kontribusi digital kreatif, serta pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga dampak tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menghasilkan perubahan yang dirasakan: lingkungan terjaga, data publik lebih akurat, pendapatan UMKM meningkat, dan generasi muda naik peran sebagai agen perubahan di Gunung Penanggungan, sebagai bukti bahwa model ini bisa direplikasi lebih luas jika dijalankan dengan serius dan konsisten”
Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan sumber mata air yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Sekawan Bumi Foundation berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya pelestarian alam.
Sebagai penutup musim tanam kali ini, Sekawan Bumi Foundation juga memastikan bahwa meskipun kegiatan penanaman akan dilanjutkan kembali pada musim hujan mendatang, berbagai program lingkungan tetap akan berjalan sepanjang tahun guna menjaga semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap alam. (*).
Kontributor || Ferry Fernando
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)