WartapalaIndonesia.com, EDUKASI – Forum Alumni Sispala DKI Jakarta (FASTA), pada Sabtu, 10 Mei 2025, menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) II. Di aula Ki Hajar Dewantara Gedung Dinas Pendidikan Jakarta.
Aji Rimbawan yang di periode sebelumnya menjabat Ketua Umum FASTA, di Mubes yang kedua ini kembali dipercaya menjadi Ketua Umum FASTA periode 2025-2030.
Apa yang membuat Aji Rimbawan dipilih lagi? Apa saja program yang bakal digarapnya di 5 tahun mendatang kepemimpinannya?
Untuk mengetahuinya, dua jurnalis Wartapala – Puspita Ningtyas Anggraini dan Ahyar Stone – yang menghadiri penutupan Mubes II FASTA, mewawancarai Aji Rimbawan. Berikut petikannya.
Pertanyaan: Apa yang dulu mas Aji lakukan di periode pertama menjadi Ketua Umum FASTA?
Jawaban: Konsep saya di periode pertama memimpin FASTA, adalah melakukan 3 tahapan,
Apa saja 3 tahapan itu?
Pertama, menghidupkan kembali ekskul (ekstrakurikuler, red) Sispala se-Jakarta. Hasilnya baik.
Dari 38 ekskul Sispala, meningkat menjadi 68. Artinya ada penambahan 30 ekskul Sispala yang berdiri di Jakarta. Angka ini menurut data dari kita (FASTA, red). Tetapi sesungguhnya sudah mendekati 100.
Tahap pertama sudah kita lalui dan hasilnya baik, kita masuk ke tahap kedua.
Seperti apa tahap kedua?
Yaitu menata kembali tata kelola ekskul Sispala. Sekaligus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adik-adik (para anggota Sispala, red) dalam berkegiatan.
Artinya, jangan hanya punya ekskul Sispala, tetapi kepalanya tidak diisi dengan knowledge atau pengetahuan yang mumpuni sebagai bekal anggota Sispala dalam berkegiatan.
Nah, tahap yang ketiga, adalah tahap prestasi, dan ini yang memang diinginkan oleh Dinas Pendidikan dan sekolah.
Di tahap ketiga ini apa yang dilakukan FASTA?
Sekolah selalu menuntut, “Sispala prestasinya apa?” Pertanyaan ini kita jawab dengan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada prestasi.
Contohnya?
Kita buat lomba panjat dinding, orienteering, lomba kayak dan sebagainya.
Jadi 3 tahap tadi terlaksana semua?
Alhamdulilah “konsep tiga tahap” yang saya canangkan pada periode pertama menjadi ketua umum, sudah terlaksana.
Untuk periode 2025-2030, ada tahap baru?
Nah berdasarkan evaluasi, kita kembali lagi ke tahapan yang pertama tadi, karena yang diinginkan dinas pendidikan ke kita adalah soal sistem kegiatan Sispala.
Sistem kegiatan Sispala, maksudnya?
Sistem yang membuat kegiatan Sispala bisa terawasi, bisa terdampingi, bisa terbina dan terpantau.
Formulasinya seperti apa?
Kita di FASTA memang belum menemukan formulasinya.
Ada kendala?
Kendalanya kita belum menemukan formulasinya.
Mengapa?
Karena kita belum mendapatkan database forum alumni Sispala. Baru hari ini kita mulai menemukannya. Alhamdulilah ada 43 forum alumni atau ikatan alumni Sispala yang datang ke Mubes kedua ini.
Database Itulah yang membuat kita berpikir, kita akan kembali pada tahapan pertama tadi.
Singkatnya, berdasarkan evaluasi, kita kembali lagi untuk memenuhi keinginan dinas pendidikan terkait soal penataan tata kelola kegiatan sispala.
Selain membangun sistem kegiatan Sispala, apa lagi yang akan dilakukan FASTA periode baru ini?
Dari sisi kegiatan, kita akan membuat kegiatan yang semacam program unggulan.
Berapa banyak?
Tidak banyak, program unggulan itu rencana saya hanya ada 2. Pertama kita bikin Temu Alam Sispala.
Itu mirip Jambore, tetapi konsep kegiatannya lebih banyak ke peningkatan kapasitas.
Contohnya?
Ada coaching clinic, ada diskusi, sarasehan dan sebagainya. Ada penanaman pohon, operasi bersih.
Untuk program unggulan kedua konkritnya seperti apa?
Yang kedua pendakian gunung massal seperti yang kita lakukan di tahun 2024. Saat itu kita pendakian massal ke Gunung Gede. Nanti kita akan membuat kegiatan serupa yang lebih besar.
Selain itu, kegiatan-kegiatan yang sifatnya regular yang pernah kita laksanakan seperti Hari Ciliwung yang tiap tahun kita laksanakan, tetap akan dilaksanakan.
Bentuk kegiatan lainnya, masih ada?
Masih, yaitu Diksargab atau Pendidikan Dasar Gabungan. Diksargab ini kita laksanakan untuk Sispala yang tidak diizinkan melakukan Diksar.
Lho, memang ada?
Di Jakarta ini ada sekolah yang membolehkan ekskul Sispala berdiri, tetapi ketika Sispalanya bikin Diksar, sekolah gak ngijinin. Naik gunung juga gak diijinin. Jadi untuk apa mereka ada ekskul Sispala?
Nah, kitalah yang mengakomodir itu. Jadi kita meyakinkan pihak sekolah bahwa Diksar kita ini tersistem. Dengan trainer yang berkualitas. Kita juga bekerja sama dengan TNI.
Kemarin kita bekerja sama dengan Pasmar (Pasukan Marinir, red). Kita juga pernah kerja sama dengan TNI AD.
Untuk merealisasikan 2 program unggulan, hambatan apa yang akan dihadapi FASTA?
Hambatannya sih sederhana. Kita dibebani dinas pendidikan “kegiatan FASTA gratis”.
Ya, kegiatan kita selalu gratis. Nggak pernah berbayar. Inilah tantangan luar biasa bagi kami di FASTA, yaitu mencari duitnya. (AS).
Foto || Dok. FASTA
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
