Ganti Tas Kresek Dengan Tas Tradisional

Caption foto: Noken, salah satu tas tradisional khas Papua. (WARTAPALA INDONESIA/ Ashri Fadilla Rahmad)

Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Sejak pemerintah memberlakukan anjuran meniadakan kantong belanja berbahan plastik atau tas kresek bagi para pelaku usaha di beberapa daerah, hal tersebut ternyata menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Beberapa yang setuju menganggap larangan tas kresek tersebut dapat membantu upaya pelestarian lingkungan. Sementara beberapa yang bereaksi negatif, menyatakan berbelanja tanpa kantong plastik adalah hal yang sulit dan membingungkan.

Sebagai pihak yang pro atas larangan kantong belanja berbahan plastik, perlu rasanya menjelaskan bahwa sejatinya di Indonesia telah ada cukup banyak alternatif pengganti kantong belanja plastik alias tas kresek tersebut. Selain tas belanja berbahan kain yang biasa dijual di supermarket, ada pula tas-tas tradisional khas Indonesia yang bisa dimanfaatkan, yang tentunya terbuat dari bahan alami.

Berikut beberapa contoh tas tradisional yang dapat dipertimbangkan sebagai pengganti kantong belanja berbahan plastik:

  1. Koja

    Sumber: shutterstock

Koja biasanya ditemukan di daerah Banten, khususnya yang dekat dengan permukiman Suku Baduy. Tas tradisional ini terbuat dari kulit kayu Pohon Teureup yang konon katanya tahan terhadap rayap.

Koja digunakan oleh masyarakat Suku Baduy untuk menunjang aktivitas harian mereka, mulai dari berladang hingga menangkap ikan. Bentuk dari tas ini sangatlah unik karena berupa jaring-jaring.

  1. Purun

    Sumber: shutterstock

Tas purun merupakan tas tradisional khas Kalimantan Selatan. Tas yang dasarnya merupakan anyaman ini, terbuat dari Rumput Purun. Rumput Purun sendiri merupakan tumbuhan yang kerap tumbuh di lahan gambut berair. Pengrajin tas purun biasanya mengerjakan tas tradisional ini dengan manual. Salah satu hal unik dari tas ini adalah aromanya yang cukup khas.

  1. Noken

    Sumber: shutterstock

Noken merupakan tas tradisional khas Papua yang belakangan ini cukup ngetren di kalangan pecinta barang etnik. Tas yang terbuat dari kayu berbagai pohon di tanah Papua ini mampu membawa beban hingga 20 kg.

Cara penggunaanya pun cukup unik, yaitu menggunakan dahi dan digalungkan kearah belakang punggung. Menariknya lagi, noken telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2012.

  1. Anjat

    Sumber: shutterstock

Tas tradisional yang satu ini, agak berbeda bentuknya dari tas tradisional lainnya. Bentuknya menyerupai tabung dengan tinggi 70 cm dan diameter lingkaran sekitar 50 cm. Anjat merupakan tas tradisional khas Suku Dayak dari pedalaman Kalimantan Timur.

Bahan baku anjat adalah rotan yang dianyam berputar dari kiri ke kanan. Anjat seringkali digunakan oleh masyarakat Suku Dayak untuk menyimpan bekal saat mereka berburu di hutan atau untuk menyimpan pakaian bagi para wanita. Ukurannya yang cukup besar, sangat memungkinkan untuk digunakan masyarakat modern berbelanja, menggantikan kantong plastik.

  1. Sepu

    Sumber: kompasiana.id

Sepu merupakan tas tradisional yang berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sepu terbuat dari manik-manik atau kain tenun khas Toraja. Pada awalnya, sepu digunakan sebagai wadah pinang sirih bagi kaum hawa di Tana Toraja.

Saat ini sepu sudah hadir dalam beragam varian desain atau bentuk yang modern mengikuti perkembangan zaman, sehingga cocok digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk berbelanja.

Bila ditengok dari bahan-bahan yang digunakan, bisa disimpulkan bahwa sesungguhnya leluhur Indonesia sudah menanamkan prinsip meminimalisir produksi sampah sejak zaman nenek moyang dulu dalam proses kreatif pembuatan tas-tas tradisional tersebut.

Maka dari itu, tidak perlu malu menggunakan tas tradisional. Selain untuk mengurangi sampah plastik, juga untuk melestarikan budaya negeri sendiri.

Kontributor || Ashri Fadilla Rahmad, WI 200077

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: