Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Pembunuhan dua petani lumajang salim kancil dan tosan yang dikarenakan menolak penambangan pasir di Lumajang menarik simpati masyarakat. Aksi penolakan penambangan pasir yang dilakukan oleh petani asal lumajang tersebut merupakan aksi kepedulian terhadap lingkungan dan Sumber Daya Alam di daerah tersebut.
Tetapi naasnya aksi tersebut justru mengantarkan petani asal Lumajang tersebut ke lubang kematian. Pembunuhan tragis yang diduga dilakukan oleh sekelompok mafia merenggut nyawa salim kancil dan Tosan yang hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit. Hal itu menarik perhatian para komunitas music underground Surabaya untuk membuat aksi solidaritas terhadap kasus petani Lumajang tersebut.
Kegiatan Music Solidaritas untuk petani Lumajang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Oktober 2015. Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Kanker Surabaya. Kegiatan ini di adakan oleh komunitas music indie underground dengan partisipasi dari music indie lainnya.
Pada awalnya komunitas music indie ini melakukan kegiatan serupa yakni sablonase yang bekerjasama dengan walhi jatim. Kemudian komunitas music indie membuat acara sendiri tanpa bekerjasama dengan pihak walhim jatim yaitu kegiatan Music Solidaritas untuk Petani Lumajang. Penggalangan dana untuk salim kancil dan tosan dengan cara mengadakan acara live music dari berbagai komunitas music lainnya.
Selain acara live music juga terdapat berbagai acara lainnya seperti sablonase, aksi lilin solidaritas, lelang marchandise dan Lapakan Clothing. Peserta berpartisipasi dalam acara ini dengan cara membeli tiket masuk sebesar Rp. 5.000,00. Hasil dari penjualan tiket, pelelangan marchandise dan lapakan clothing dalam acara ini di sumbangkan kepada pihak keluarga salim kancil dan untuk biaya pengobatan Tosan.
Acara ini mendapat respon positif dari berbagai komunitas, hal ini terlihat jelas antusias peserta yang menghadiri acara tersebut. Peserta yang berpartisipasi dalam acara ini bukan hanya peserta komunitas indie tetapi juga dari beberapa komunitas seperti komunitas baca buku gratis, komunitas band dan komunitas sablon.
Tujuan dari acara ini adalah ingin meumbuhkan jiwa sosial musisi dengan lebih peduli terhadap masalah sosial. Harapan dari ketua penyelenggara yaitu dengan diadakan acara ini tidak berakhir di acara ini tetapi selanjutnya ada forum kedepannya dan acara ini didengar luas oleh kalangan musisi yang lebih peduli dengan masalah – masalah sosial dan bisa menyatukan visi misi untuk merespon kejadian kejadian sosial.
Laporan : Pipin Tri Anjani (WI.150044), Cindy Asterik (WI.150060)
Editor : Efrina Fitrianingrum (WI.150017)
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)



