Menuju Kampus Hijau di Tengah Perkotaan

Caption foto: Anggota Impala UB saat lakukan pendataan pohon. (WARTAPALA INDONESIA/ Impala UB)

Wartapalaindonesia.com, MALANG – Universitas Brawijaya, salah satu perguruan tinggi negeri yang bertempat di jantung kota Malang. Terus berupaya untuk meningkatkan sistem tata kelola dan kualitas sumberdaya manusianya.

Pada tahun 2017, berdasarkan lembaga pemeringkatan UI Green Metric, Universitas Brawijaya mendapati peringkat 7 di Indonesia. Sedangkan di tahun 2019 berada pada peringkat 16, turun 9 peringkat dari tahun 2017.

Penilaian UI Green Metric, merupakan penilaian pertama yang berbasis pada komitmen perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Maka dari itu, Impala UB sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang memiliki background Pencinta Alam, terus berupaya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan melalui salah satu kegiatannya ditahun 2020 ini.

One Step One Act Brawijaya University with Green Mapping, kegiatan ini bertujuan mendata vegetasi di area kampus sehingga mendapatkan hasil untuk menganalisis kesesuaian persebaran vegetasi dengan fungsi ruang terbuka hijau. Kegiatan ini dilakukan selama dua bulan terhitung mulai dari pertengahan bulan September hingga November.

“Kondisi pada saat pandemi tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap menjaga kelestarian alam, Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ada. ini merupakan langkah kecil yang dapat merubah lingkungan dan harapannya langkah ini bisa terus konsisten yang kita mulai dari lingkungan sekitar kita dahulu,” kata Sefano Fahmi Aji, Ketua Pelaksana kegiatan.

Statistik kehijauan kampus, salah satunya berkaitan dengan kondisi vegetasi yang ada dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pengelolaan ruang terbuka hijau yang baik dapat menunjang berbagai indikator, karena berbagai manfaat yang diberikan oleh vegetasi di dalamnya.

RTH sendiri merupakan salah satu fasilitas penunjang yang harus disediakan untuk masyarakat dalam satu wilayah. RTH dalam suatu kawasan dapat menunjang berbagai aktivitas disekitarnya. RTH dalam suatu kawasan mampu memberikan manfaat secara langsung maupun dan/atau tidak langsung seperti keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan wilayah tersebut.

Sistem pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berkaitan dengan kondisi vegetasi, dapat menunjang berbagai aspek dalam penataan ruang. Sebaran vegetasi dalam suatu kawasan dapat memberikan berbagai fungsi bagi lingkungan di sekitarnya, antara lain estetika, pembatas ruang, pengendali iklim mikro, penyaring polusi, dan lain sebagainya.

Sementara itu hasil yang didapatkan hingga saat ini, terdata 2500 jumlah pohon yang terbagi dalam 16 Fakultas yang ada di Universitas Brawijaya. Hasil data yang lain adalah terdapat 131 jenis pohon dan dominasi terbanyak adalah pohon sawit dan palem-paleman.

Dari data Green Mapping sendiri dapat disimpulkan bahwa secara umum RTH yang ada di Universitas Brawijaya adalah vegetasi RTH Pekarangan dan RTH jalur hijau jalan. Data tersebut nantinya akan dihimpun untuk dijadikan ensiklopedia sehingga dapat menghasilkan rekomendasi persebaran vegetasi berdasarkan fungsi ruang terbuka hijau. Salam Lestari!

Kontributor || Impala UB

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Impala UB saat lakukan pendataan pohon.

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: