Operasi Mapala Haihata Dalam Pengabdian Masyarakat Di Bumi Celebes

Wartapalaindonesia.com, ENREKANG – Dusun Karangan adalah dusun yang terletak di Desa Latimojong, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dusun yang berada di ketinggian 1452 MDPL ini adalah pemukiman terakhir sebelum memasuki jalur pendakian gunung Latimojong apabila melewati jalur Kabupaten Enrekang.

Dusun ini dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga yang seluruhnya beragama Islam. Listrik di Dusun ini sudah bisa dinikmati namun bukan listrik yang berasal dari Kecamatan Baraka, tetapi masyarakat secara swadaya membangun turbin disungai yang airnya cukup deras sehingga kebutuhan listrik disana dapat tercukupi.

Penghasilan utama penduduk disana adalah berkebun kopi dan bawang, dikenal dengan nama kopi Baraka khas daerah tengah Indonesia dengan kopi kualitas tinggi yang sudah dikenal oleh para pecinta kopi karena rasanya yang pahit dan sedikit asam.

Sesuai dengan Tridharma perguruan tinggi dan visi misi ‘Mahasiswa Penggiat Alam (MAPALA) HAIHATA yang bertempat di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia yang berbunyi “aktif, kooperatif, dan istiqomah mewujudkan kelestarian alam dan lingkungan yang lebih baik berlandaskan Al-Quran dan Hadist”.

Haihata sebagai mahasiswa penggiat alam yang berbasis ekonomi Islam tergerak untuk merealisasikan cita-cita mulianya tersebut dengan mengadakan Operasi Haihata I Latimojong. Para Laskar, sebutan anggota Haihata, mengabdikan diri dengan melakukan penyuluhan, riset, dan bakti social selama kurang lebih tiga minggu di dusun tersebut. Pada hari-hari terakhir menutup kegiatan dengan mendaki Gunung tertinggi di Sulawesi, Gunung Latimojong.

Para Laskar Haihata di wakili 6 orang yang berangkan menuju Desa Karangan yaitu Reza “Jangkrik” Arzaki , Kokoh “Teri” Hamdani , Hervan “Lenong” Budiman , Al Ghazali “Gapi” , Fityan “Kutil” Fathana , dan Zainnuri “Tile” Hilwani sebagai kemandan operasi.

Mengajar Membaca Al-Quran
Dusun karangan berpenduduk 490 jiwa yang seluruh penduduknya beragama Islam. Setelah sholat maghrib sampai isya biasanya anak-anak mengaji di masjid dengan 2 orang guru mengaji dari warga dusun karangan. Sayangnya jumlah anak-anak yang belajar mengaji tidak sebanding dengan jumlah guru ngaji yang ada. Para laskar membantu mengajar mengaji di masjid dengan beberapa tingkat, ada yang tingkat iqro dari iqro 1 sampai iqro 6, dan ada juga yang sudah tingkat Al-Quran setiap harinya setalah sholat magrib.

Mengajar SDN 186 Karangan
Siswa SDN 186 Karangan berjumlah kurang lebih 92 orang dari kelas 1 sampai kelas 6. Sekolah ini gratis dan tidak menarik biaya apapun kepada siswanya. Kondisi sekolah cukup memprihatinkan, lantai sekolah masih beralaskan tanah dan debu Fasilitas juga masih serba terbatas, didalam kelas hanya ada papan tulis kapur, meja dan kursi murid, meja dan kursi guru, kapur, dan lemari. Terkadang saat pengajaran, kapur yang tersedia habis, dan akhirnya mengganggu aktifitas belajar mengajar.

Jumlah guru hanya ada 9 orang, terdiri dari 4 orang PNS dan 5 orang Honorer, namun dengan kondisi geografis yang berada di ketinggian 1456 mdpl sering kali guru-guru tersebut tidak dapat hadir karena masalah kesehatan dan memang jarak antara rumah dan sekolah cukup jauh dengan jalan yang mendaki.

Guru-guru tersebut datang dari Dusun sebelah bahkan ada yang dari desa lain. Jika guru ada yang tidak hadir maka anak-anak hanya bisa bermain disekolah. Kepala sekolah SDN 186 Karangan ini berasal dari Rante Mario biasanya hanya sekali dalam seminggu datang ke sekolah, karena tiga kali dalam seminggu harus ke kabupaten untuk administrasi sekolah.

Mengajar di SDN 186 Karangan menjadi aktifitas rutin para laskar selama melaksanakan operasi Haihata , mulai pukul 08.00 sampai pukul 12.00 setiap hari senin sampai sabtu. Awal kedatangan para laskar belum disambut baik oleh anak-anak disana, maka dengan pendekatan yang lebih hangat kepada anak-anak, hanya cukup satu hari sudah bisa dekat dengan anak-anak. Bahkan kedatangan para laskar selalu ditunggu-tunggu untuk mengajar di sekolah.

Gotong royong memperbaiki akses Jalan desa
Gotong royong sudah berlangsung sejak dulu menurut penuturan Bapak Sinu Selaku Kepala Dusun Karangan. Selama disana kegiatan gotong royong yang dilakukan adalah membangun atau memperbaiki akses jalan menuju Dusun Karangan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap Sabtu pagi sampai siang.

Dengan membawa peralatan seperti cangkul atau sekop para laskar dan seluruh warga Dusun Karangan berbaur bersama meratakan jalan. Jika jalan memang sudah rusak parah yang dilakukan adalah mengecornya dengan semen dengan biaya dari bantuan sukarela atau swadaya masyarakat.

Yang unik dari kegiatan ini ketika dipertengahan saat bekerja, kaum ibu atau wanita datang ke lokasi gotong royong dengan membawa bekal makanan seperti kue, biskuit atau gorengan, dan juga bekal minum seperti susu dan kopi. Makanan dan minuman tersebut mereka bawa dari rumah masing-masing. Dilokasi gotong royong mereka menyatukan hasil bawaan mereka lalu dibagikan per-piring kepada kaum pria yang sedang gotong royong. Kami merasakan suatu kehangatan dan keharmonisan hidup ditengah-tengah mereka.

Bakti sosial
Para Laskar memulai kegiatan sosial dengan bersih-bersih masjid, yaitu membersihkan karpet dengan sapu lidi agar debu dan kotoran hilang dari karpet, membersihkan lantai dengan cara menyapu dan mengepel, membersihkan lemari yang berada dekat mimbar, lemari ini berisi beberapa Al-Quran yang sudah tidak utuh dan beberapa alat-alat speaker.

Kemudian diminggu berikutkan para laskar mengajak warga khususnya kaum ibu dan anak-anak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan rumah dari sampah-sampah. Kegiatan ini dimulai dari halaman rumah Bapak Kepala Dusun dengan membawa 3 kantong plastik sampah besar kami mulai memungut sampah-sampah yang ada khusunya sampah plastik, dilanjutkan ke halaman masjid dan terus sampai ke lapangan olahraga, dan berakhir di halaman SDN 186.

Bakti sosial Operasi Haihata I Latimojong ini ditutup dengan kegiatan peremajaan cat masjid. Kami membeli 2 ember cat berwarna putih dan biru muda, peralatan cat seperti koas, scrool koas, tinner dan cat untuk kayu di Pasar Baraka. Menurut informasi dari Bapak KaDus masjid di Dusun Karangan ini belum pernah di cat lagi dari sejak pertama kali dibangun. Maka dari itu kami berinisiatif untuk memperbarui cat masjid. Bersama-sama dengan Kepala Dusun dan anak-anak kami mengecat bagian dalam dengan cat warna putih, kemudian pintu dan jendela dengan cat kayu warna hijau, dan terakhir mengecat bagian luar masjid dengan cat warna biru muda.

Bersilahturahmi dengan Masyarakat sekitar
Tak kenal maka tak sayang, sudah seringkali kita dengar dalam silahturahmi bersosialisasi. Kegiatan ini para laskar berkunjung kerumah-rumah warga untuk bersosialisasi memperkenalkan diri dan menggali informasi terkait Dusun Karangan. Sebanyak 10 rumah yang berhasil kami kunjungi,dan kami mendapatkan profil keluarga mereka mulai dari anggota keluaraga, pendidikan, penghasilan dan pengeluaran mereka.

Pendakian Puncak Rante Mario di Gunung Latimojong
Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Pulau Sulawesi, bukan gunung berapi dengan ketinggian 3478 MDPL. Pegunungan Latimojong memiliki 7 puncak ketinggian yaitu Buntu Sinaji (2.430 mdpl), Buntu Sikolong (2.754 mdpl), Buntu Rante Kambola (3.083 mdpl), Buntu Rante Mario (3.478 mdpl), Buntu Nenemori (3.097 mdpl), Buntu Bajaja (2.700 mdpl), Buntu Latimojong (2.800 mdpl). Puncak tertingginya bernama Buntu Rante Mario yang juga merupakan puncak tujuan dari para pendaki gunung.

Pegunungan Latimojong ini membentang dari selatan ke utara. Di sebelah barat Gunung Latimojong adalah Kabupaten Enrekang, sebelah utara Kabupaten Tana Toraja, sebelah selatan adalah daerah Kabupaten Sidenreng Rappang dan area sebelah timur seluruhnya wilayah Kabupaten Luwu sampai di pinggir pantai Teluk Bone. Operasi Haihata I Latimojong ini ditutup para laskar dengan mendaki ke puncak Rante Mario di Gunung Latimojong.

Kontributor : Tya
Editor : Nur Khafidoh

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.