Caption foto: Seba bertanding di kompetisi panjat tebing PKM PTKIN II 2021. (WARTAPALAINDONESIA.COM/Dokumen Pribadi)
Wartapalaindonesia.com, ACEH – Riris Aryani (20) atau akrab disapa Seba, serta Khairul Athfal (21) yang biasa dipanggil Tengko, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Provinsi Aceh, memiliki pengalaman unik pada juni lalu. Keduanya merupakan pemanjat tebing pemula yang belum memiliki pengalaman mengikuti kompetisi mana pun di level apa pun. Namun, dengan modal berlatih keras dan bersemangat setiap harinya, mereka lantas terpilih mewakili universitas untuk mengikuti kompetisi yang tergolong bergengsi. Tidak tanggung-tanggung, kontestasi itu adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) PTKIN II di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, yang memperlombakan para pemanjat tebing handal se-Sumatra.
Di ajang yang dilaksanakan pada Jumat-Selasa (4-10/6/2021) tersebut, Seba dan Tengko masing-masing tampil pada kategori speed dan lead melawan belasan pemanjat tebing lain dari pelbagai wilayah Pulau Sumatra.
Seba mengaku telah berlatih keras baik di kampus dan di rumah demi persiapan menghadapi ajang tersebut. ”Dari tanggal 23-26 April di bulan puasa itu, saya sudah mulai latihan fisik. Kemudian ketika saya pulang ke kota asal, saya lanjutkan latihan fisik mandiri. Mulai rutin latihan memanjat setiap hari dari tanggal 24 Mei sampai 2 Juni 2021,” terang mahasiswi Jurusan Teknik Lingkungan itu.
Sikap serupa pun ditunjukkan Tengko. Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir itu langsung menggenjot program latihan begitu mengetahui informasi terkait lomba panjat tebing di PKM PTKIN II. ”Setelah mendapat informasi akan adanya event PKM di (kampus) Imam Bonjol, saya mulai latihan. Di Bulan Ramadan latihan jadi kurang maksimal. Maka setelah (bulan) Ramadan dengan sisa waktu dua minggu, saya dilatih oleh coach senior dan memaksimalkan latihan dari satu dinding ke dinding lainnya untuk terbiasa mendapatkan poin-poin baru saat di lapangan nantinya,” ungkapnya.
Kompetisi PKM PKTIN II berakhir bagi kontingen panjat tebing UIN Ar-Raniry dengan Seba di kategori lead meraih peringkat ke-8 dan peringkat ke-9 di kategori speed. Sementara Tengko, di kedua kategori speed dan lead, masuk ke peringkat ke-10. Medali emas sendiri bagi kategori speed dan lead putri diraih kontingen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Provinsi Riau. Sedangkan tuan rumah, UIN Imam Bonjol, berhasil menyabet emas di lead dan speed kategori putra.
Meski belum berhasil merebut juara, Seba dan Tengko mengaku tidak kecewa atas capaian mereka. Kedua insan muda itu menambahkan, banyak ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan saat bertanding.
Tak dipungkiri, di kompetisi seperti PKM PTKIN II, para kontestan justru saling menyemangati peserta lainnya tanpa melihat senioritas. Dengan keramahan seperti itu, keduanya berharap agar ke depan, persiapan untuk ajang-ajang demikian bisa dilakukan sedini-dininya terutama bagi anggota baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam guna melatih mental dan fisik menghadapi event serupa.
Seba menyatakan bahwa akan berusaha menjadi lebih baik lagi supaya semakin akrab dengan dunia panjat tebing. ”Saya sendiri mengalami kendala karena jari saya cedera, ditambah dengan pengalaman saya yang belum terlalu akrab dengan kegiatan panjat-memanjat,” ujar mahasiswi Angkatan 2018 itu.
Tengko, yang berada pada posisi bawah dari kontingen yang ikut berkompetisi menanggapi hasil perlombaan dengan gembira dan antusias. “Saya sendiri masuk di peringkat 10 di kelas speed dan lead. Di kelas lead ada sekitar 13 orang yang ikut, tapi di kelas speed saya lupa berapa orangnya,” jelasnya sambil tertawa.
Caption foto: Riris Aryani atau akrab disapa Seba (kiri) dan Khairul Athfal yang biasa dipanggil Tengko (kanan). (WARTAPALAINDONESIA.COM/Dokumen Pribadi)
Mentalitas berjuang seperti yang ditunjukkan Seba dan Tengko inilah diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia, khususnya mahasiswa pecinta alam yang ingin berkompetisi di bidang panjat tebing.
Apresiasi pula bagi UIN Imam Bonjol selaku penyelanggara kompetisi, telah mempertemukan kontingen peserta dari beragam kampus se-Sumatera untuk bertanding dan mendapatkan pengalaman yang tak bisa dinilai dengan materi.
Kontributor || Andi Tharsia, 200141
Editor || Danang Arganata, 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
