Seminar Menjemput Harimau Jawa MAPALASKA Yogyakarta

Wartapalaindonesia.com, YOGYAKARTA – Mapalaska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar seminar konservasi dengan mengangkat tema “Menjemput Harimau Jawa” pada Kamis (1 Maret 2018) pukul 08.30 WIB hingga 12.30 WIB di gedung Teatrikal Fakultas Ushuludin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggagas serta mendukung kegiatan Ekspedisi Harimau Jawa di TNUK yang akan dilaksanakan pada 24 Juni hingga 8 Juli 2018 mendatang oleh para Pencinta Alam yang peduli terhadap keberadaan harimau jawa.

Peserta yang terlibat dalam seminar ini tidak hanya dari para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga namun juga dari kalangan MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam) se- Jogja, TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi), mahasiswa fakultas biologi UIN Sunan Kalijaga, serta para pemerduli satwa liar.

Jumah peserta yang hadir mengikuti seminar kali ini berjumlah 49 orang. “Awalnya yang konfirmasi melalui SMS dan whatsapp berjumlah 54 orang, namun yang menghadiri seminar hanya 49 orang saja,” ujar Septiana, panitia bidang acara seminar, Kamis (1 Maret 2018).

Sedangkan untuk tamu undangan hanya dihadiri dari pihak rektorat dan jajarannya saja. Pengisi materi sendiri adalah Adriyan Pramudya Kurniawan, M.Si (Laboratorium Ecology And Botani UIN Sunan Kalijaga) dan Didik Raharyono, S.Si (Karnivor Jawa Kapala Indonesia).

Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) adalah hewan endemik pulau Jawa yang dinyatakan punah sejak pertengahan 1970-an oleh IUCN (International Union for Conservation of  Nature) akibat perburuan.

Meskipun dinyatakan punah, kulit harimau Jawa masih bisa ditemui pada tahun 1995 di Blora, tahun 2008 di Ciamis, dan tahun 2013 di Jatim akibat perburuan.

Adriyan Pramudya Kurniawan, M.Si (laboratorium ecology and botani UIN Sunan Kalijaga) menegaskan, “bahwa kepunahan harimau Jawa bukan hanya akibat perburuan saja, namun juga diduga sebab politik para pemburu agar tidak terjerat hukum.”

Indonesia sedang darurat konservasi, perlu adanya kesadaran kita terhadap konservasi, adanya edukasi, dan memutuskan rantai perdagangan serta perburuan, sebab perburuan dan perdagangan ilegal umumnya pada satwa liar yang dilindungi di Indonesia masih dinilai tinggi.

Didik Raharyono, S.Si (Karnivor Jawa Kapala Indonesia) mengatakan, “ekspedisi harimau Jawa terbuka khusus untuk pencinta alam juga sebagai peluang untuk belajar bareng. Dari, oleh, dan untuk pencinta alam”, saat ditemui diakhir acara seminar.

Harapan para peserta serta peneliti harimau Jawa pada ekspedisi kali ini adalah dapat menemukan harimau Jawa tersebut, agar masyarakat Indonesia serta dunia tahu bahwa harimau Jawa belum punah.

“Tindak lanjut dari acara seminar ini adalah ekspedisi harimau Jawa, seminar ini juga adalah rangkain dari HUT ke-37 Mapalaska dan salah satu anggota adalah panitia dari ekspedisi tersebut,” tambah Septiana, sebagai panitia bidang acara pada seminar menjemput harimau Jawa.

“Acara seminar ini sangat menarik, menyadarkan kita menolak pernyataan bahwa harimau Jawa sudah punah, kita tidak bisa menerima mentah-mentah penyataan tersebut inilah alasan dilakukanya ekspedisi,” ungkap Dini (Alumni lulusan Biologi Uin Sunan Kalijaga).

Kontributor : Ifa Aziiz

Editor : A. Phinandhita P.

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.