Siapa Itu Mapala?

Caption foto: Beberapa kegiatan para Mapala yang dijadikan dalam satu frame. (WARTAPALA INDONESIA/ Angelia Pratama Kennedy)

Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam kepetualangan dan konservasi lingkungan. Dalam sejarahnya, adanya Mapala dipelopori oleh Sok Hok Gie yang mendirikan Mahasiswa Pencinta Alam pada 12 Desember 1964.

Ide itu terus berlanjut dan menjadikan adanya Mapala di kampus-kampus lainnya. Seperti yang kita tau, Mapala merupakan sekumpulan mahasiswa yang bertualang baik di Gunung, Goa, Tebing, ataupun Sungai.

Namun masih banyak yang belum mengerti apa Mapala itu sendiri, mengenai kegiatannya, prinsip, dan tujuan adanya Mapala. Walaupun memang setiap Mapala di Indonesia berbeda satu sama lainnya.

Hal ini pun mempengaruhi persepsi dan pandangan umum mengenai Mapala. Tentunya pandangan ini sangatlah beragam, sehingga menjadikan Mapala itu sendiri sebagai organisasi yang mempunyai keunggulan tersendiri.

Nila, Mahasiswi Kedokteran mangatakan bahwa anak Mapala itu pemberani, tapi kayaknya anti banget sama kehidupan sosial perkotaan.

Berbeda dengan apa yang disampaikan Nila, “Mapala itu penantang maut suka menantang adrenalin, tapi aku gatau kepanjangan Mapala itu apa,” kata Sifa, seorang Mahasiswi Psikologi.

“Mapala tuh bebas banget, ya dari kegiatannya, gaya hidupnya, sepenglihatan aku sih mereka gitu,” tutur Icha, seorang Mahasiswi Psikologi.

Pernyataan mereka ini merupakan pandangan yang sudah sangat awam dan mungkin seringkali didengar oleh Mapala itu sendiri. Hal ini menjadikan Mapala dilihat sebagai organisasi yang memang berbeda dibandingkan organisasi lainnya.

Mungkin sebagian dari pernyataan mereka benar, mungkin juga hanya streotipe yang berkembang dalam masyarakat. Tentunya hal inilah yang harus ditekankan bagi semua  Mapala di Indonesia bahwa dalam perbedaan pandangan tersebut, Mapala tetap harus membuktikan kegiatan mereka merupakan kegiatan yang positif dan berorientasi pada alam.

Karena pada hakikatnya Mapala merupakan Pencinta Alam. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk para Mapala di Indonesia dalam membuktikan eksistensi mereka.

Kontributor || Angelia Pratama Kennedy, WI 200118

Editor || Willy Firdaus, WI 170016

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: