Siswa SMAN 37 Jakarta Kelola Seragam Lama Jadi Produk Kreatif, Kolaborasi Trisaptapala dan Ikatan Alumni Dorong Kesadaran Daur Ulang

Wartapalaindonesia.com, JAKARTA — Trisaptapala, organisasi pecinta alam SMAN 37 Jakarta, berkolaborasi dengan Ikatan Alumni SMAN 37 Jakarta menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Pakaian Berkelanjutan dalam kegiatan pada Senin, 23 Juni 2025.

Digelar sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran lingkungan dan kreativitas di kalangan siswa. Mengangkat semangat daur ulang, kegiatan ini mengajak para pelajar untuk mengolah kembali pakaian lama — terutama seragam sekolah yang tak lagi terpakai — menjadi produk baru yang estetik dan fungsional.

Kegiatan yang berlangsung di SMAN 37 tersebut menjadi ruang aktualisasi antara semangat generasi muda dan pengalaman para alumni dalam menghadirkan solusi kreatif untuk isu lingkungan.

Kepala SMAN 37 Jakarta, Ibu Lilik, menyambut baik inisiatif tim panitia kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Anak-anak diajarkan bagaimana suatu kain bisa berguna kembali, tidak hanya dibuang. Ini sangat bermanfaat, apalagi setelah mereka lulus kelas 12 nanti, mereka bisa memanfaatkan seragam lama menjadi sesuatu yang baru dan bernilai,” ujar Lilik.

“Kegiatan semacam ini tidak hanya memberi bekal keterampilan, tetapi juga membentuk kesadaran bahwa dunia saat ini butuh inovasi yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Workshop dibuka dengan sesi motivasi dari Prasenja, Sekjen Forum Alumni Sispala Jakarta sekaligus alumni Trisaptapala, yang juga dikenal sebagai praktisi dan penggiat gaya hidup berkelanjutan.

“Gaya hidup ramah lingkungan bukan sekadar tentang memilih produk hijau, tapi tentang kesadaran dalam setiap keputusan kecil. Termasuk bagaimana kita memperlakukan pakaian lama. Dari sehelai kain yang nyaris dibuang, kita bisa menghidupkan nilai baru — nilai kreativitas, kepedulian, dan keberlanjutan,” tutur Prasenja dalam pengantar sesinya.

Setelah sesi motivasi, para peserta mengikuti praktik langsung upcycling pakaian yang dipandu oleh Diah Ayu Wiranti, pemerhati fesyen berkelanjutan.

Diah mengajarkan berbagai teknik seperti sulam tangan, patchwork, dam, dan kombinasi bahan, untuk mengubah pakaian rusak menjadi produk baru yang estetik dan bernilai jual.

“Saya sengaja pakai celana bolong-bolong yang saya sulam sendiri, biar tampil beda dan tangan kita jadi kreatif. Yang bolong-bolong itu kita ubah jadi estetik. Sekarang semuanya harus estetik, bahkan celana pun,” ujar Diah sambil menunjukkan hasil karyanya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti proses demi proses, dari memilih bahan hingga menyulam sendiri pakaian lama mereka.

Beberapa seragam tak terpakai disulap menjadi tote bag, aksesoris, hingga busana dengan gaya kekinian.

Kegiatan ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan secara menarik dan membumi di kalangan pelajar.

Dari kain bekas lahir peluang baru — sebagai bentuk ekspresi seni, ide bisnis, hingga kontribusi nyata pada keberlanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen Trisaptapala dan para alumni untuk terus menumbuhkan semangat cinta alam dan inovasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala dan terbuka untuk siswa dari berbagai latar belakang minat. (sev/dan)

Kontributor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.