Tips Mendaki Saat Haid Bagi Perempuan

Wartapalaindonesia.com, OUT DOOR – Pendaki kini tak lagi memandang gender, semakin banyak kaum hawa yang kini tak sungkan lagi berkegiatan di alam bebas. Namun masalah yang dihadapi juga akan semakin kompleks, seperti bagaimana jika siklus haid dialami saat jadwal pendakian sedang berlangsung?

Jangan khawatir, kali ini bersama Ocha Oonly Wartapala Indonesia akan membagikan tips dan trik mendaki bagi kalian yang mengalami siklus haid saat mendaki. Jadi simak terus penjelasan dari alumni kebidanan yang juga seorang pendaki gunung ini.

Pertama Ocha menjelaskan bahwa, “masalah yang sering didapati kaum hawa saat berkegiatan di gunung adalah haid, disminore dan keputihan,” untuk artikel kali ini kita akan fokus membahas tentang haid.

Menurut Ocha, “sebagai pendaki wanita, kita harus mengetahui siklus haid kita, kapan jadwal tamu bulanan kita akan datang, jika memang diprediksi akan datang bertepatan dengan waktu pendakian, maka kita harus prepare tentang hal itu.”

Lalu yang harus dilakukan adalah, “persiapkan pembalut dan beberapa pakaian dalam bersih untuk berjaga-jaga kalau misalnya ‘tamu bulanan’ tiba-tiba datang,” jelas salah satu member Kopi Alas Jatim itu.

Selain itu, “pastikan membawa plastik kecil untuk menyimpan bekas pembalut, letakkan pembalut di kompartemen tersendiri dalam carriermu, selalu pisahkan dari barang lain,” lanjutnya.

Ocha yang dapat dihubungi di nomor 082285662138 itu melanjutkan dengan membagi tips dan trik bagi pendaki perempuan, “pertama, tas carier untuk cewek tidak perlu terlalu tinggi dan berat, kesalahan dalam packing akan merusak tulang belakang dan mempengaruhi proses kehamilan.”

“Kedua, ingat! Pakaian yang basah setelah berkeringat harus segera diganti, agar tubuh tetap kering dan tidak terkena hipotermia. Gantilah ‘CD’ jika telah basah oleh keringat, karena keringat akan memicu timbulnya bakteri. Kalau susah untuk ganti ‘CD’, pakailah pantyliner yang aman dan ganti sesering mungkin.”

“Ketiga, ketika haid melanda saat naik gunung, jangan panik! Gunakan pembalut dan gantilah sekitar 3-4 kali sehari, untuk menghindari timbulnya bakteri.”

“Terakhir, bersihkan daerah V dengan tisu basah (air bersih, jika ada), lalu pasang pembalut baru. Jika sudah sampai basecamp kembali, gantilah pembalut tersebut agar daerah V tetap bersih.”

Demikianlah tips dan trik bagi kaum hawa saat mendapat haid di gunung, lalu bagaimana dengan Disminore ‘nyeri haid’ dan Keputihan? Tunggu ulasan Wartapala Indonesia dengan Ocha Oonly selanjutnya. Selamat mendaki, Save Hike!

Diasuh Oleh : Ocha Oonly

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.