Kebakaran Hutan dan Lahan di Pegunungan Sanggabuana

Caption foto: Proses pemadaman titik api oleh anggota Bara Rimba. (WARTAPALA INDONESIA/ Nuraidah)

Wartapalaindonesia.com, KARAWANG – Sejak Senin, 21 Oktober 2019 api menjalar dan membakar Gunung Cengkik hingga ke Gunung Sinalanggeng. Api mendekati pemukiman warga Kutalanggeng dan wilayah pertambangan PT. Atlasindo Utama di Gunung Sinalanggeng, beberapa petugas Damkar dikerahkan untuk memdamkan api.

“Api muncul diperkirakan karena suhu yang tinggi mencapai 36 derajat celcius,” tutur Setiawan, Ketua Posko Karhutla BPBD Karawang.

Lahan kering yang didominasi pohon bambu serta ilalang ditambah suhu tinggi dan angin kencang semenjak Selasa, 22 Oktober 2019 menjadi pemicu kebakaran semakin luas.

Sementara itu beberapa anggota Bara Rimba pada Rabu, 23 Oktober 2019 melakukan pengecekan titik api di Gunung Sinalanggeng.

“Kami coba ikut memonitor titik api yang masih tersisa di Gunung Sinalanggeng, dan fauna yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan,” tutur Nuraidah, selaku Kepala Satuan Bara Rimba.

Menurutnya ada belasan titik api yang masih berpotensi membesar jika terkena angin kencang, maka untuk menghilangkan risiko tersebut dilakukan pemadaman.

“Pemadaman dilakukan dengan menutup titik api dengan tanah, karena air sangat sulit didapat jadi dilakukan pemadaman dengan tanah,” tambahnya.

Disela kegiatan memadamkan potensi titik api, tim Bara Rimba juga menemukan dua titik mata air di Gunung Sinalanggeng.

“Di dekat wilayah pertambangan PT. Atlasindo Utama kami menemukan dua titik mata air yang digunakan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” jelas Nuraidah yang mendapatkan laporan dari tim lapangan.

Dari dua titik mata air ini diketahui termasuk mata air permanen. Yang artinya sepanjang tahun mata air ini tetap mengalir meskipun terjadi musim kemarau panjang seperti sekarang.

Saat ini (23/10) kebakaran hutan dan lahan di Pegunungan Sanggabuana sudah bisa ditangani oleh BPBD, Damkar, dan masyarakat serta relawan.

“Untuk Sinalanggeng dan Cengkik sudah kondusif kebakaran hutan dan lahannya, sekarang ada beberapa titik karhutla di Gunung Sirampog, Dindingari dekat Curug Cikoleangkak, dan Desa Medalsari yang dekat pemukiman,” jelas Setiawan, BPBD Karawang.

Namun titik api tersebut terkonsentrasi dan tidak meluas seperti kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sinalanggeng dan Cengkik.

“Saya mewakili BPBD Karawang mengucapkan terimakasih kepada semua elemen yang telah membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pegunungan Sanggabuana,” tutup Setiawan.

Kontributor || Nuraidah, WI 190040

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.