Mapala Jabal Everest Unigha Lakukan Kegiatan Canyoning di Air Terjun Sala Sinthoep

Caption foto: Seorang peserta menuruni air terjun dalam kegiatan canyoning UKM PA Jabal Everest Unigha, Aceh (sumber foto: dokumentasi UKM PA Jabal Everest).  (WARTAPALA INDONESIA/ Andi Tharsia)

Wartapalaindonesia.com, ACEH – Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UKM PA–Jabal Everest Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Pidie, Aceh melakukan kegiatan canyoning (jajal ngarai) di air terjun Sala Sinthoep, Desa Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh pada Kamis (28/1/2021).

Kegiatan ini merupakan hal yang baru bagi Mapala UKM PA Jabal Everest. Selain mencoba hal yang baru, ini sekaligus bertujuan untuk memasyarakatkan kegiatan canyoning yang belum familiar diAceh.

Rizki Gebrina alias Terjang, ketua UKM Pecinta Alam Jabal Everest Unigha sekaligus rescuer kegiatan, mengatakan bahwa dipilihnya Sala Sinthoep sebagai lokasi kegiatan karena medan di sana terasa lebih  cocok bagi Mapala, khususnya pemula.

Perjalanan dari kota Sigli menuju ke desa Lhok Keutapang, desa dimana air terjun Sala Sinthoep berada, membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dari desa ini dilanjutkan dengan berjalan kaki ke lokasi Air Terjun Sala Sinthoep berjarak lebih kurang 4,2 kilometer.

“Kegiatan canyoning ini diikuti oleh lima orang dan target kita adalah melakukan pemasangan anchor/pasak di tebing serta rock climbing. Medan canyoning yang kami pilih memiliki tipografi daratan yang terjal, berbatu dan untuk kesana, kami menyusuri pinggiran sungai yang bertebing dan berjalan di jalur gajah liar,” terangnya.

Susunan tim yang melakukan ekspedisi yaitu: Rizkirillah (Palba –Leader), Mursalmina (Hingbe-Pembuka jalur), Maulana (Bonik-Pemasang Anchor), Rizky Gebrina (Terjang-Rescue), dan Fakrurreza (Lempi-Supervisor).

Hal tersulit yang tim alami adalah saat melakukan pemasangan anchor.

”Karena itu berada di air terjun, serta posisi bagian kanannya terdapat tebing. Tim hanya dapat memasang anchor di sebuah pohon yang berada di sebelah kiri air terjun. Sebenarnya ini belum memenuhi standar prosedur pemasangan anchor. Jadi, tim harus mencari back up anchor satu lagi di sebelah tebing tersebut dan itu menjadi tantangan kami,” ujarnya.

Terjang berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi teman-teman pecinta alam se-Indonesiauntuk bisa mencoba dan berbagi ilmu olahraga alam bebas. Sedangkan untuk tim sendiri ia berharap, hal ini dapat lebih mengasah perpaduan ilmu caving dan rock climbing yang telah dipelajari saat maupun pasca pendidikan dasar (diksar).

Kontributor || Andi Tharsia, WI 200141 (IG: @mountjak.in)

Editor || Nadiatul Ma’rifah, WI 190044

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.