Caption foto: Kolase foto anggota Walhi Sumsel saat lakukan koordinasi. (WARTAPALA INDONESIA/ M. Fadli Dian Nugraha)
Wartapalaindonesia.com, PALEMBANG – Pendidikan lingkungan hidup merupakan hal yang penting demi kelestarian alam dan harus ditanamkan sejak kecil.
“Untuk melakukan pelatihan lingkungan hidup ke anak-anak, kita harus melakukan pendekatan, dilihat dulu tipe anak seperti apa, kemudian melakukan pendidikan yang asyik, bukan hanya materi tetapi juga praktek,” jelas Puspita Indah Sari S, selaku Manajer Kampanye Walhi Sumsel.
Saat ditemui media wartapalaindonesia.com usai mengisi acara yang bertemakan lingkungan di radio Sonora Fm Palembang pada Kamis (10/2/2021), Puspita mengatakan bahwa Walhi sudah memberikan pelatihan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah, diantaranya tingkat SD, SMP dan SMA.
“Kemarin kita melakukan pelatihan pendidikan lingkungan hidup di SMP Al-Azhar Palembang, pendidikan lingkungan hidup dijadikan ekskul selama satu semester,” ungkapnya.
Masih lanjut Puspita, dia mengatakan bahwa praktek yang diberikan kepada anak-anak ialah memberikan pemahaman tentang mendaur ulang kertas. Kertas adalah salah satu contoh yang saat pengolahannya merusak bagian lingkungan hidup.
“Dalam memberikan pelatihan edukasi lingkungan hidup ke anak-anak, metode yang digunakan yaitu mengajar dengan cara yang asyik. Diantaranya melalui cerita, dongeng, dan musik. Cara tersebut bertujuan agar materi bisa masuk ke memori mereka,” terangnya.
Selain melakukan pelatihan pendidikan lingkungan hidup ke SMP Al Azhar, Walhi Sumsel juga lakukan ke SD Xaverius Palembang.
“Dengan pendidikan lingkungan hidup sejak dini, maka anak-anak bisa mengerti bagaimana proses pengolahan kertas. Jangan sembarang dirobek atau dicoret, karena proses sebelum menjadi kertas berdampak pada lingkungan hidup,” ucapnya.
“Untuk memberikan pelatihan kepada anak SMA metodenya agak berat, harus dengan memberikan data. Karena anakSMA sudah bisa membaca data, berbeda dengan anak SD dan SMP,” imbuhnya.
“Kalau dilihat ketertarikan anak SMA, mereka lebih terbuka dan lebih peduli. Pada masa anak SMA merupakan masa di mana mereka mulai bisa berpikir kritis. Dengan pemberian pelatihan selama satu hari, mereka diharapkan bisa mengerti pembelajaran lingkungan hidup,” pungkasnya.
Kontributor || M. Fadli Dian Nugraha, WI 200056
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)