Caption foto: Peserta Diklatsar ke-28 BATURPALA Universitas Darul ‘Ulum Jombang. (WARTAPALA INDONESIA/Eko W Prasetyo)
WartapalaIndonesia.com, JOMBANG – Walaupun ditengah Pandemi COVID-19, BATURPALA Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR) Jombang tetap menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) ke-28. Diklatsar diselenggarakan di Pegunungan Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Sebelum dilaksanakan Diklatsar panitia, peserta, anggota tetap mengikuti prokes, mulai dari mencuci tangan hingga rapid test. Dan barulah Diklatsar dilaksanakan selama tujuh hari, mulai tanggal 25 sampai dengan 31 Januari 2021. Rangkaian kegiatannya pun dibagi menjadi dua tahap.
“Materi kelas dilaksanakan selama empat hari di sekretariat, sedang aplikasi lapangan berlangsung selama tiga hari dua malam. Adapun materi dalam aplikasi lapangan mulai manajemen Perjalanan, Navigasi Darat, SAR Gunung Hutan dan Survival,” ungkap Koordinator Lapangan Diklatsar ke-28 BATURPALA, Muhammad Fachrurrozi, saat ditemui di Sekretariat, Selasa (2/2/2021).
Rozi sapaan akrabnya, Diklatsar BATURPALA rutin diselenggarakan setiap tahunnya, karena Diklatsar proses awal dalam sebuah kaderisasi anggota dalam berorganisasi, jika hal tersebut tidak dilaksanakan, sangat berdampak besar bagi organisasi intra kampus seperti BATURPALA.
“Diklatsar adalah kegiatan rutin yang kami lakukan, karena diklatsar proses awal sebuah pengkaderan untuk mewujudkan organisasi, dan jika hal tersebut tidak dilakukan maka sangat berdampak terhadap organisasi, salah satunya adalah terganggunya regenerasi kepengurusan,” ujar Rozi.
Lebih lanjut, Rozi menjelaskan konsep Diklatsar ke-28 BATURPALA tahun ini berbeda dengan Diklatsar sebelumnya mulai tamu undangan, durasi waktu hingga pemilihan lokasi kegiatan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini ditengah pandemi COVID-19.
“Diklatsar ke-28 BATURPALA sedikit berbeda dari tahun sebelumnya untuk menghindari kerumunan, mulai dari pembukaan hanya mengundang beberapa orang yang bersinggungan dengan kegiatan, durasi Diklatsar dipersingkat menjadi tujuh hari, serta memilih lokasi pun minim interaksi sosialnya,” tambah Rozi.
Rozi juga menjelaskan proses pelaksanaan diklatsar di lapangan, dari tahap aplikasi lapangan mulai di hari pertama hingga hari ketiga dengan sistem flying camp di lima Puncak Gunung.
“Hari pertama mengaplikasikan materi Navigasi Darat dari titik awal menuju Puncak Selokodok ke Puncak 991. Hari kedua materi SAR Gunung Hutan dari Puncak 991 ke Puncak Luksongo, dilanjutkan dengan survival dinamis dari Puncak Luksongo menuju Puncak Gading melewati Puncak 900. Hari ketiga, peserta latihan melanjutkan survival dinamis ke bibir Waduk Selorejo dan ditutup dengan renang survival menuju titik akhir,” jelas Rozi.
Ditempat yang sama, Ketua Umum BATURPALA, Ade Muhammad Yasin, menambahkan, Diklatsar ke-28 BATURPALA walaupun ditengah pandemi COVID-19 tetap memaksimalkan latihan dalam membentuk karakteristik anggota muda.
“Diklatsar kali ini lebih memaksimalkan pembentukan karakter calon anggota muda, mulai aspek kognitif (pengetahuan) dan afektif (sikap) peserta, dengan porsi intervensi pelatih lebih sedikit dan biar alam langsung yang membentuk karakternya,” ungkap Ade Muhammad Yasin.
Ade sapaan akrabnya, dengan demikian, Diklatsar dengan menggunakan sistem flying camp dengan pemilihan medan latihan lebih berat dan lebih bervariatif dari Diklatsar yang biasa dilakukan BATURPALA, dengan tetap mengutamakan prosedur keamanan.
“Untuk mengantisipasi kendala medis, kami melakukan cek kesehatan peserta latihan secara berkala pada saat pelaksanaan kegiatan juga merencanakan jalur emergency lebih banyak dari Diklatsar tahun-tahun sebelumnya,” terang Ade.
Ade juga berharap, dengan medan latihan yang baru, anggota muda BATURPALA angkatan Diklatsar ke-28 tetap memiliki loyalitas dan kecintaan terhadap organisasi tetap lebih tinggi dari peserta diklatsar sebelumnya.
“Dengan medan latihan yang lebih bervariatif, bisa menjadi experience yang membanggakan bagi peserta latihan, sehingga mampu menumbuhkan loyalitas dan rasa cinta terhadap organisasi,” tutupnya.
Kontributor || Eko W Prasetyo/BATURPALA Universitas Darul ‘Ulum Jombang
Editor || Soprian Ardianto, WI 200136
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment