Bantu Petani, ACT-MRI dan YP3I Jember Distribusikan Satu Truk Ubi ke Pesantren-pesantren

Cption foto: ACT-MRI dan YP3I Jember foto bersama saat distribusikan satu Truk Ubi ke Pesantren (WARTAPALA INDONESIA/ Uzlatussakinah, WI 200047) 

WartapalaIndonesia.com, JEMBER – Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan YP3I (Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia) membantu para petani ubi yang mengalami penurunan harga akibat pandemi covid-19. Harga yang semula kisaran Rp1000 – Rp1.500/kg, saat ini menjadi Rp250/kg.

Tentu hal ini mengakibatkan para petani ubi mengalami kerugian yang sangat besar. Maka dari itu ACT beserta YP3I melakukan pendataan petani ubi khususnya di Mojokerto, untuk memborong 1.000 ton ubi dengan harga normal.

Renandra Saputra selaku Staff Program ACT Jember mengatakan bahwasannya demi kesejahteraan petani ubi, ACT beserta YP3I memborong semua ubi petani di Mojokerto. Ubi tersebut untuk dibagikan kepada seluruh pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.

“Memborong ubi dengan harga normal ini merupakan Program Wakaf Pangan Produktif Global Wakaf ACT dan YP3I, guna mensejahterakan petani, sekaligus untuk mendistribusikan ke 3000 pesantren,” tutur Renanda Saputra, Jum’at (12/2/2021).

Sambungnya, tim ACT Jember dan MRI Jember, setibanya satu truk dengan muatan lima ton ubi siap untuk didistribusikan ke lima pesantren yakni di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al Kholili, Pondok pesantren Al Wahah, Lembaga pendidikan Al Khoirot, Pondok Pesantren Nailil Huda, KH. Anshori Rifai.

“Pendistribusian ini akan terus dilakukan ke banyak pesantren di Tapal Kuda, untuk saat ini masih didistribusikan ke lima pesantren, masing-masing pesantren mendapatkan 10-20 sak, tiap saknya berisikan 50kg ubi”, jelas Renandra Saputra.

Ditempat yang sama, Muhammad Aly Yasir selaku Pengasuh Pesantren Pesantren Ahlul Irfan Al Kholili mengucapkan terima kasih kepada ACT dan YP31 atas bantuan yang disalurkan. Selain itu Muhammad Aly Yasir juga berharap dengan adanya Program Wakaf Produktif dapat terus membantu para petani lainnya yang mengalami pemerosotan harga.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah, melalui ACT dan YP3I atas bantuan ubi yang telah disalurkan, dan semoga dengan bantuan ini tidak hanya untuk pesantren, tetapi juga dapat meringankan beban para petani ubi” ungkap Muhammad Aly Yasir.

Kontributor || Uzlatussakinah, WI 200047

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.