Caption foto: FSPASS saat melangsungkan latihan kebencanaan seluruh Pecinta Alam se-Sumatra Selatan (Fadli, Mapala Dolphin)
Wartapalaindonesia.com, SUMATERA SELATAN – Forum Sar Pencinta Alam Sumsel (FSPASS), Sabtu (13/03/2021) melangsungkan latihan gabungan seluruh pencinta alam se-sumsel dengan materi single rope technique dan vertical rescue. Latihan ini guna mengasah skill dalam penanggulangan bencana.
Otto Fernando selaku Sekjen menceritakan awal terbentuknya FSPASS merupakan wadah organisasi yang menampung minat dan bakat bagi seluruh anggota pencinta alam baik Mapala, Kpa, Sispala, Komunitas Lingkungan dan Pendaki independen yang ingin belajar tentang materi search and rescue.
“FSPASS awalnya dibentuk pada tanggal 24 Desember 2006 lalu, yang pada saat itu terjadi bencana Tsunami di Aceh, kemudian setelah itu ada inisiatif dari saudara pencinta alam yang tergerak hatinya untuk membuat Fspass sebagai wadah dalama penanggulangan kebencanaan,” ungkap Otto Fernando saat ditemui di Sekretariat Mabidar Universitas Bina Darma Palembang, Sabtu ( 13/03/2021).
Dengan telah terbentuknya forum tersebut hingga hari ini sabtu, 13 Maret 2021 di Lapangan Universitas Bina Darma Palembang terus mengadakan acara latihan gabungan seluruh pencinta alam se-sumsel dengan materi single rope technique dan vertical rescue.
“Jadi sekarang kita mengadakan latihan gabungan seluruh pencinta alam se-sumsel dengan materi single rope technique dan vertical rescue di lapangan universitas bina darma, pada hari sabtu, 13 Maret 2021,” kata Otto.
Selain latihan gabungan otto menjelaskan tujuan kegiatan tersebut, selain mengasah atau memperdalam keilmuan juga sebagai ajang mempererat tali silahturahmi dan menambah ilmu bagi kalangan pencinta alam yang bergerak di divisi cepat tanggap dalam kebencanaan.
“Kegiatan latihan gabungan ini sebagai wadah silahturahmi dari kawan-kawan pencinta alam dan juga dapat mengasah ilmu single rope technique dan vertical rescue, selain itu dapat lebih berkompeten jika suatu waktu diturunkan saat ada bencana,” jelas Otto.
Lebih lanjut, Otto yang saat ini masih selalu aktif di Pecinta Alam terutama dikebencanaan, ketika ditanyai mengenai peserta yang mengikuti latihan yang diadakan FSPASS, dirinya menyebutkan bahwa pesertanya diikuti seluruh anak Pecinta Alam.
“Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta organisasi pencinta alam di Provinsi Sumsel dan yang terjauh dari Kota Muara Enim dan Kota Baturaja, dan antusiasnya kawan-kawan begitu besar,” terangnya.
Walaupun di tengah pandemi covid-19 dirinya kembali menjelaskan bahwa kegiatan FSPASS yang dilakukan di era new normal ini, dilaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
“Di era new normal ini, kegiatan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang ketat bahkan jumlah peserta pun dibatasi, jadi tidak semuanya bisa ikut latihan gabungan,” terang Otto.
Lebih jauh, dirinya menjelaskan mengenai rencana kedepan mengatakan bahwa melihat antusias yang besar akan diadakan lagi kegiatan yang lebih baik lagi.
“Untuk rencana kedepan dengan melihat antusias yang besar dari teman-teman organisasi pencinta alam, akan diadakan lagi kegiatan serupa yang lebih baik, baru rencana dua minggu lagi dan tidak menutup kemungkinan berpindah-pindah tempat latihannya bisa di fasilitas mapala lain,” jelasnya.
Saat ditanyai harapannya mengenai kegiatan yang dilakukan FSPASS, Otto berharap agar kegiatan tetap konsisten dilakukan dan menjadi lebih besar.
“Harapan saya agar kegiatan yang dilaksanakan oleh FSPASS agar tetap konsisten dan menjadi kegiatan yang lebih besar,” ungkapnya.
Kontributor || Fadli, WI 200056
Editor || Soprian Ardianto, WI 200136
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)