Cation foto: Aplikasi Rock Climbing, Vertikal Rescue, Frusiking Dan SRT (Single Rope Teknik), MAPALA MARABUNTA (WARTAPALA INDONESIA, Mohammad Tofan, WI 200127)
Wartapalaindonesia.com, SULAWESI TENGAH – Kegiatan Aplikasi Rock Climbing (RC) merupakan salah satu program kerja kepengurusan MAPALA MARABUNTA Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako ditiap tahunnya untuk melatih dan menambah wawasan anggota.
Ketua Umum Mapala Marabunta, Khairul Anwar mengatakan kegiatan aplikasi RC dipersiapkan sejak awal bulan Februari 2021, dimana kegiatan RC ini di mulai dari pengenalan bidang Bouldering hingga bulan Maret sebelum turun aplikasi RC di dinding alam.
“Tujuan aplikasi RC ini, agar anggota muda Mapala Marabunta dapat mengetahui serta memahami lebih luas dunia RC baik dari tebing buatan maupun tebing alam serta mampu mengaplikasikannya,” ungkapnya kepada media Wartapalaindonesia.com, Minggu (21/03/2021).
Ditambahkan Koordinator Devisi RC, Putri Paulina menjelaskan bahwa kegiatan aplikasi materi RC yang mana peserta kegiatan tersebut anggota muda yang berjumlah enam orang.
“Sejak hari pertama seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan karena tak hanya pengaplikasian RC yang di terapkan ada SRT, Frusiking dan Vertikal Rescue,” jelasnya.
Putri juga menambahkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Desa Uevolo marantale Kabupaten Parigi Mautong mulai tanggal 19-21 Maret 2021.
“Pemateri kegiatan aplikasi ini adalah orang-orang yang berpengalaman dibidangnya seperti Wawan Wiranto Koordinator Komunitas Panjat Tebing Merah Putih Lingkungavali beliau juga sebagai Koordinator Vertikal Rescue Indonesia wilayah SULTENG, yang membawakan materi RC, SRT, frusiking dan vertikal rescue. Sedangkan pemateri yang kedua adalah saudara Ula dari FPTI Donggala yang membawakan Artificial RC,” jelasnya.
Wawan Wiranto Koordinator Komunitas RC Merah Putih, menjelaskan, perkembangan peserta sangat baik dalam memahami semua materi yang di berikan dan dapat mengaplikasikannya dengan baik salah satunya seperti vertikal rescue.
“Materi yang di berikan adalah Angkor Dead Mand semuanya langsung memahami dan semua materi lainnya, seluruh peserta memahami dan mempraktekan dengan baik,” terangnya.
Tidak itu saja beliau juga berpesan kepada seluruh peserta agar dalam latihan atau pengaplikasian di lapangan setelah ini lebih giat lagi agar materi RC, vertikal rescue, SRT, dan frusiking cepat dalam penguasaan materi.
“Setelah ini peserta harus selalu berlatih lebih giat lagi agar nantinya lebih baik karena pengatahuan tentang semua materi tadi sangat bermanfaat untuk kedepannya,” tutupnya.
Kontributor || Mohammad Tofan, WI 200127
Editor || Soprian Ardianto, WI 200136
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

