Caption foto: Ranita UIN Jakarta saat menggelar edukasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat, di RT 04 RW 09 Desa Ciasmara (WARTAPALA/ Yogi Handika)
Wartapalaindonesia.com, JAKARTA – Mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung kedalam unit kegiatan mahasiswa KMPLHK Ranita menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana tanah longsor untuk masyarakat RT 04 RW 09 Desa Ciasmara.
Dalam acara tersebut melibatkan 50 warga baik ibu-ibu, bapak-bapak dan para pemuda. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21-24 Oktober 2021 turut serta Kepala Desa Ciasmara, Junaedi dan sekaligus membuka acara ini bersama tokoh masyarakat lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ranita telah mengadakan kegiatan ini. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk dilaksanakan, mengingat RT 04 RW 09 Desa Ciasmara menjadi salah satu wilayah yang sering terdampak tanah longsor dan Gempa Bumi.” ujar Junaedi, Kepala Desa Ciasmara, Minggu (24/10/2021).
Desra Putri, Kepala Divisi Disaster Management KMPLHK Ranita, menjelaskan dalam simulasi penanggulangan bencana, masyarakat yang terlibat seakan-akan sedang menghadapi situasi darurat bencana alam. Dan antusiasme serta peran masyarakat sangat baik selama simulasi berlangsung sesuai dengan arahan fasilitator Ranita UIN Jakarta.
“Kegiatan tersebut masyarakat yang mengikuti sangat aktif dalam memainkan perannya dalam kondisi gawat darut dan materi yang diberikan sesuai dengan konsep kesiapsiagaan dan SOP kebencanaan yang ditetapkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).” jelasnya.
Lanjut Desra sapaan akrabnya, kegiatan ini selain bertujuan sebagai Kampung Siaga Bencana, merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas mayarakat Desa khususnya di wilayah RT 4, RW 9 Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Dalam acara ini kita melakukan sosialisasi yang menekankan beberapa materi penting seperti Siklus bencana, kajian risiko bencana, Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) dan komunikasi darurat saat bencana, setelah itu masyarakat melakukkan simulasi terkait penanggulangan bencana longsor.” terangnya.
Desra juga menyampaikan dalam kegiatan ini adapun tujuan besarnya adalah untuk membangun budaya sadar bencana bagi masyarakat sejak dini, serta meningkatkan kesiapsiagaan, keamanan dan keselamatan dalam melakukan evakuasi mandiri khususnya pada warga jika terjadi bencana alam.
“Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk yang tidak diinginkan ketika terjadinya bencana baik itu risiko yang ditimbulkan, selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman bencana yang ada, apalagi daerah ini termasuk dalam kawasan Ring 1 dan terdapat aktivitas pertambangan Geothermal” tambah Desra.
Kontributor || Yogi Handika, KMPLHK Ranita
Editor || Soprian Ardianto, WI 200136
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)