Reaksi, Berikan Psiko Terapi Untuk Anak-anak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Caption foto: Suasana saat kegiatan psiko terapi, bermain bersama anak-anak di dusun Umbulsari, kecamatan Candipuro (12/12). (WARTAPALA INDONESIA/ Septyas Virgi Ardhani)

Wartapalaindonesia.com, LUMAJANG – Sabtu, 4 Desember 2021, terjadi letusan di gunung Semeru. Letusan tersebut mengakibatkan warga di sekitar gunung kehilangan tempat tinggal, bahkan sanak saudaranya.

Tak hanya kehilangan materi, kondisi psikis warga juga sangat terdampak dengan adanya letusan ini. Hal tersebut tentunya menjadi simpati seluruh tatanan masyarakat Indonesia.

Hampir seluruh lapisan masyarakat, seperti instansi sekolah, instansi kerja, golongan pribadi dan juga komunitas turut membuka donasi, untuk disumbangkan ke warga terdampak. Salah satunya relawan kebencanaan dan sosial (Reaksi) dari Sidoarjo.

Usai menggalang dana, Reaksi mengalokasikan hasil donasi dengan lakukan kegiatan sosial untuk warga terdampak letusan pada Minggu (12/12/21). Kegiatan tersebut dilakukan di dua tempat yang berbeda, yakni di dusun Umbulsari desa Sumber Mujur kecamatan Candipuro dan di balai desa Pasirian kecamatan Pasirian.

“Di dusun Umbulsari, kami memberikan layanan cek kesehatan masyarakat, membagikan vitamin, masker, sembako, baju layak pakai, alat ibadah, alat kebersihan serta melakukan psiko terapi bagi anak-anak,” tutur Kang Jiat, perwakilan Reaksi.

“Sedangkan di posko pengungsian balai desa Pasirian, kami memberikan bantuan berupa pampers dan sembako,” imbuhnya.

Berdasarkan data BMKG, ada beberapa desa yang terdampak letusan, diantaranya Sumber Wulu, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumber Rejo, kecamatan Candipuro serta desa Sumpiturang, Sumber Urip, Oro-oro Ombo, kecamatan Pronojiwo.

Hingga perwakilan Reaksi lakukan aksi (12/12/21), status gunung Semeru masih di level II (waspada), masih terjadi letusan dan guguran awan panas. Para relawan juga masih terus melakukan evakuasi di evakuasi area, untuk mengevakuasi korban maupun barang milik korban yang masih bisa diselamatkan.

“Kondisi anak-anak terdampak pasca satu minggu terjadinya letusan sudah mulai ceria, tidak ketakutan lagi. Mereka juga merasa senang ketika diajak bermain oleh relawan. Anak-anak berharap, ada banyak relawan yang mengajaknya bermain,” ungkap Nino, salah satu relawan psiko terapi kepada media wartapalaindonesia.com.

Antusiasme dan perhatian masyarakat yang tinggi dalam membantu warga terdampak, mengakibatkan bantuan logistic cukup melimpah di tiap-tiap posko bantuan, terutama mie instan.

“Dibutuhkan relawan untuk mendata kebutuhan logistik, agar penyaluran bantuan lebih tepat. Bantuan yang terus dibutuhkan dan cepat habis yaitu pampers anak usia 0-6 bulan, susu formula anak usia 0-6 bulan dan juga pampers untuk dewasa. Sedangkan anak-anak lebih membutuhkan teman bermain,” terangnya.

“Dengan adanya bantuan pelayanan kesehatan, pembagian vitamin dan psiko terapi untuk anak-anak, semoga bisa sedikit meringankan beban warga terdampak dan memberikan manfaat,” pungkas Kang Jiat.

Kontributor || Septyas Virgi Ardhani, WIJA Sidoarjo

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.