Caption foto : Melalui WCD 2022, relawan berharap warga Aceh dapat membiasakan dirinya peduli pada lingkungan dengan melakukan hal-hal kecil, seperti menggunakan kembali sampah yang telah didaur ulang. (WARTAPALA INDONESIA / Ikram)
WartapalaIndonesia.com, Banda Aceh – World Cleanup Day (WCD) adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia. Tujuannya, menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah.
Aksi itu merupakan perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah, serta menjadi sarana memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan bumi.
Memperingati World Cleanup Day (WCD) 2022, relawan peduli lingkungan Banda Aceh melakukan edukasi sampah di acara Car Free Day, dan memungut sampah di pinggiran Krueng Aceh. Pada hari Minggu pagi. (25/09/2022)
Aksi pertama yang dilakukan para relawan lingkungan Banda Aceh, melakukan edukasi kepada masyarakat yang hadir di acara Car Free Day, di Jalan Daud Beureuh. Banda Aceh.
Para relawan menerangkan kepada masyarakat cara membedakan antara sampah organik dan anorganik. Juga cara mendaur ulang sampah dengan baik dan benar.
Kemudian para relawan bergerak ke pinggiran Krueng Aceh, untuk memungut sampah yang dibuang masyarakat.
Peserta kegiatan bersih-bersih lingkungan mencapai sekitar 55 orang. Mereka berasal dari mahasiswa, pelajar, dan komunitas pencinta lingkungan.
Setelah memungut sampah, Para relawan mendata dan menimbang sampah yang didapat. Dari rekap data diketahui jumlah sampah Krueng Aceh dan CFD. Sampah Daur ulang sebanyak 14,315 kg. Tutup botol sebanyak 0,185 kg. Organik berjumlah 4,925 kg. Residu terkumpul 14,315 kg.
Korlap WCD Tri Agus Rezki Kurnia Ilahi mengatakan, WCD ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sangat penting, serta memiliki dampak yang sangat signifikan untuk suatu perubahan, terutama di sektor lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini bisa merubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat, agar lebih peduli terhadap dampak lingkungan.
Suatu perubahan lanjut Tri Agus, akan terwujud dengan adanya suatu gerakan. Maka dengan gerakan inilah yang di mana gerakan ini diikat dengan kolaborasi komunitas, individu baik kelompok dari mana pun, serta siapapun yang bergerak bersama melakukan aksi serentak pilah sampah dalam memperingati hari pilah sampah se-dunia,
Dengan harapan terjadinya suatu perubahan di dunia terutama di Indonesia, dan yang terutama lagi di Aceh sendiri, bisa membiasakan diri peduli kepada lingkungan dengan melakukan hal kecil seperti mengurangi ataupun menggunakan kembali sampah-sampah yang telah di timbulkan.
Diharapkan pula, agar kegiatan ini dapat terus terkawal sampai di kemudian hari, untuk mewujudkan cita-cita kita bersama yaitu “Indonesia Bebas Sampah”. Agar penerus di masa depan, tidak menjadi korban akibat ulah kita yang tidak peduli terhadap dampak dari pengaruh lingkungan.
“Terkait edukasi sampah yang juga menjadi kegiatan kunci pada hari ini, harapannya semoga masyarakat yang telah mengetahui serta mendengarkan, agar bisa mulai merubah pola pikirnya, agar lebih terbuka wawasannya terhadap lingkungan, dan juga agar pesan-pesan hari ini dapat diteruskan kepada orang banyak, supaya suatu perubahan dapat tercipta dengan signifikan dengan dorongan kita bersama,” pungkas Tri Agus. (Ik)
Kontributor || Ikram, WI 210152
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
