Lawan Stigma Negatif Pecinta Alam, 4 Perempuan Anggota Muda Kumpala STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Berlatih Single Rope Technique

Caption foto: Latihan SRT oleh anggota muda Kumpala di depan lobby Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin Pariaman (WARTAPALAINDONESIA/Agus Rizal)

Wartapalaindonesia.com, PARIAMAN – Hari yang cerah pada Minggu, 11 Agustus 2024 di kawasan Kota Pariaman, Sumatera Barat, terisi oleh kegiatan pengenalan tali temali oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) pecinta alam Kumpala STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.

Terlihat beberapa anggota muda mahasiswa pecinta alam berlatih single rope technique (SRT) di depan lobby Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin Pariaman ( STIT-SB).

Bagi ratusan mahasiswa umum STIT-TB, kegiatan mahasiswa pecinta alam memang dianggap negatif.

Secara umum dianggap hanya cuma mendaki gunung, tampilan acak-acakan, tidak beretika, dan seringnya suka memberontak.

Namun pandangan tersebut tidak menjadi halangan bagi 4 anggota muda Kumpala di tahun ini untuk terus berkegiatan.

Masing-masing dari mereka juga telah mendapatkan nama julukan rimba yaitu Joker, Pahek, Kelinci, dan Konyuik.

Kegiatan Latihan SRT tersebut hanya satu dari sekian banyak kegiatan Kumpala.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan anggota muda ini bisa berlatih kecapakan, mental, etika, dan moral sebagai pecinta alam, meski belum semua anggota pernah mendaki gunung.

Apalagi dengan seringnya kejadian negatif di gunung oleh para pendaki, anggota muda ini nantinya diajak bersama-sama menepis stigma negatif berupa anggapan sebagai pendaki nekat yang tidak tahu menahu soal kode etik dan aturan di gunung.

Meski sejatinya yang berbuat negatif di gunung mayoritas adalah pendaki asal dan bukan seorang anggota mapala, tetapi secara otomatis stigma tersebut ikut juga menodai nama mapala dan orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut.

Salah seorang peserta, Konyuik mengaku senang dengan kegiatan ini.

“Rupanya belajar tali temali itu bukan hal menakutkan, malah sungguh menyenangkan,” katanya.

Bagi panitia sekaligus pengurus Kumpala STIT-SB, Mita, Latihan SRT memang dikhususkan untuk menumbuhkan minat anggota muda.

“Sengaja didemontrasikan agar nantinya banyak menumbuhkan minat keilmuan dalam dunia rescue,” terangnya. (agr/dan)

Kontributor || Agus Rizal
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.