Anggota Mapala Berpeluang Menjadi Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 Bidang Ketinggian

Caption foto : Seragam merah, Hilmi Firdaus dari Vertical Rescue Indonesia. Jaket hitam, Danang Prakoso dari Mapala Specta UIN Raden Mas Said Surakarta. (WARTAPALA INDONESIA / Nadia Farah).    

WartapalaIndonesia.com, SURAKARTA – Kasus kecelakaan kerja tahun 2017 tercatat sebesar 123.041 kasus. Meningkat dibandingkan 2016 sebesar 101.367 kasus. Sebanyak 30 persen kasus kecelakaan kerja adalah jatuh dari ketinggian.

Angka-angka di atas, disampaikan personil Vertical Rescue Indonesia yang juga prngurus Imsafe.id, Hilmi Firdaus, saat tampil sebagai narasumber Seminar Bedah Buku dan Talkshow yang berlangsung di ruang seminar fakultas ekonomi, pada Selasa, 10 September 2024.

Acara yang diselenggarakan Metala FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta mengangkat tema Dunia di Tanganmu: Kuliah, Prestasi dan Petualangan Anak. Diikuti mahasiswa fakultas ekonomi semester awal hingga semester akhir. Tercatat lebih dari 50 mahasiswa mengikuti acara ini.

Meski angka kecelakaan kerja meningkat jelas Hilmi, tetapi jumlah Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 bidang Ketinggian, sangat terbatas yaitu 58 orang tersebar di 16 provinsi.

“Di negara kita jumlah Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 bidang Ketinggian masih minim. Ini sebenarnya peluang bagi anggota Mapala untuk masuk di sektor ini,” imbuhnya.

Anggota Mapala yang lulus kuliah, berpeluang bekerja di ketinggian, karena saat aktif di Mapala, mereka sudah biasa melakukan kegiatan panjat dinding, panjat tebing alam, mengevakuasi korban kecelakaan dan memberikan pertolongan gawat darurat.

“Pengalaman seperti ini merupakan modal awal yang baik untuk masuk ke sektor kerja di ketinggian,” kata Hilmi.

Hanya saja kata Hilmi mengingatkan, bermodal pengalaman saja tidak cukup untuk bekerja di ketinggian. Perlu ikut pelatihan atau sertifikasi.

“Anggota Mapala yang lulus kuliah dapat mengikuti pelatihan untuk mendapat sertifikat. melalui lembaga pelatihan yang kredibel. Memiliki sertifikat merupakan syarat mutlak bekerja di ketinggian,” papar Hilmi yang memiliki pengalaman panjang bekerja di ketinggian di berbagai proyek di Indonesia.

Bisa ke Luar Negeri
Selain Hilmi Firdaus dari Vertical Rescue Indonesia, turut tampil sebagai narasumber acara adalah Danang Prakoso. Dia merupakan anggota tim ekspedisi pendakian Mapala Specta UIN Raden Mas Said Surakarta ke Gunung Kazbek di negara Georgia.

Danang menceritakan, pendakian Mapala Specta ke Gunung kazbek diselenggarakan Mapala Specta untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke-79.

Tepat tanggal 17 Agustus 2024, Danang dan seorang rekannya yakni Arta Dian Pratama berhasil mengibarkan merah putih di puncak Gunung Kazbek yang merupakan salah satu gunung utama di Pegunungan Kaukasus.

“Mendaki gunung bersalju seperti Gunung kazbek, tidak mudah. Tetapi kalau kita memiliki persiapan yang matang, sikap optimis dan tekad yang kuat, semua tantangan di gunung bersalju berhasil kami atasi,” kata Danang.

Oleh karena itu lanjut Danang, hendaknya anggota Mapala senantiasa bersikap optimis terhadap semua hal dalam segala situasi. Termasuk dalam kehidupan sehari-hari di perkuliahan.

Turut diungkan Danang, salah satu keuntungan ikut Mapala adalah bisa ke luar negeri dengan misi membawa nama organisasi, almamater dan negara. Misi seperti ini tak bisa dilakukan sembarang orang yang ke luar negeri. (*)

Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.