Oleh : “Moli” Fatika Dini Septiawati
KPA Arkadia. AR. 329 – G. 22
Gunung Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – dan Hutan merupakan suatu tempat yang alamiah dan menantang, maka sering kali berdatangan pengunjung mendaki gunung untuk mengisi hari liburannya dan juga mencari referensi pergi ke Gunung untuk menikmati hutan. Di November 2024 lalu diadakan kegiatan Sekolah Pendaki Gunung (SPG) oleh Wanadri, kegiatannya dilaksanakan selama 10 hari dengan Pra – Pelaksanaan selama 3 hari yang berlokasi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan pra – kegiatannya dilaksanakan di Bandung. Pesertanya mencapai 48 terlebih kepada orang – orang yang sering melakukan aktivitas outdoor, dan bahkan para pencinta alam juga menjadi bagian dari peserta dalam kegiatan ini.
Bukan hanya itu, Sekolah Pendaki Gunung Wanadri 2024 juga merupakan salah satu ajang untuk mencari ilmu terkait teori dan teknik dasar yang perlu dimiliki seorang pendaki gunung. Sekolah Pendaki Gunung Wanadri, mengajarkan untuk lebih waspada terhadap alam. Salah satu tujuannya membangkitkan rasa peduli setiap insan karena pada dasarnya “Alam mengandung dan mengundang bahaya”. “Alam mengandung bahaya” yang berarti membutuhkan persiapan dan kesiapan yang matang mulai dari manajemen perjalanan, teori dasar navigasi, logistik makanan dan perbekalan (alat), latihan fisik yang cukup. Serta bisa menjadi “Mengundang bahaya” apabila manusia yang melakukan kegiatan tersebut tidak memiliki kesiapan yang cukup matang.
Dalam setiap perjalanan di alam terbuka ada kutipan lama yang cukup terkenal, yaitu “Jangan ambil apa pun selain foto, jangan bunuh apa pun selain waktu, dan jangan tinggalkan apa pun selain jejak”. Dalam kutipan dari ungkapan tersebut menjelaskan bahwa ketika berkegiatan di alam di haruskan untuk menjaga dan memelihara suatu tempat. Moto ini dipegang sejak lama oleh para pencinta alam untuk menjaga kelestarian alam.
Setiap perjalanan membutuhkan pengalaman, atau pengetahuan sebagai acuan untuk melakukan sesuatu. Teori pendakian yang diberikan pada Sekolah Pendaki Gunung Wanadri 2024 lalu yaitu beberapa ilmu dasar yang perlu dimiliki oleh seorang pendaki gunung yaitu :
- Navigasi Darat
Ilmu dasar yang harus dimiliki oleh setiap pendaki gunung. Sebagai seseorang yang dekat dengan aktivitas di luar ruangan, pengetahuan terkait peta dan kompas serta tata cara penggunaannya haruslah awam. Navigasi darat umumnya merupakan tentang penentuan arah. Tetapi bukan hanya itu, navigasi darat juga merupakan salah satu bagian dari sebuah manajemen perjalanan yang akan dibuat. Dalam ilmu navigasi darat, terbagi beberapa sistem pergerakan, antara lain:a. Man to man
Merupakan sebuah sistem pergerakan yang umumnya membutuhkan lebih dari 1 orang pelaksana. Tata cara melakukan sistem ini tergolong mudah yaitu membutuhkan minimal 1 orang untuk menyamakan azimuth dengan back azimuth.Contoh : dalam sebuah tim kecil terdiri dari A dan B. Ketika A sedang menembak suatu arah dengan sudut tertentu (yang sudah ditentukan pada perencanaan) yang bisa disebut sebagai Azimuth maka B menyamakan sudut yang ditembak oleh si A dengan menggunakan Back Azimuth. Ketika sudut yang di tuju sudah memiliki kesamaan antara Azimuth dan Back Azimuth maka A (yang menembak pertama kali) bisa lanjut jalan terus dengan memenuhi syarat masih terlihat dan suara masih terdengar.b. Guide Punggungan
Merupakan metode untuk berjalan dengan mengikuti medan atau kontur yang berupa punggungan.c. Guide Puncakan / saddle-an
Sering kali metode ini disebut sebagai metode menjahit, yang mana melewati antara puncakan 1 dengan puncakan lainnya. Pada metode ini, navigator diharuskan untuk mencapai ke puncak dan kemudian melewati lembahan sampai menuju ke puncak lagi.d. Guide Jalan Makadam
Metode ini digunakan apabila terdapat jalan setapak atau biasa disebut sebagai jalan makadam, umumnya metode ini digunakan apabila sudah berada di daerah pemukiman warga. - Peta Digital
Peta digital merupakan salah satu alat yang masih berkaitan dengan sebuah navigasi darat. Yang mana tata cara penggunaannya itu tidak luput dari pemahaman tentang navigasi darat. Dewasa ini, aplikasi mengenai peta digital sudah sangat banyak mulai dari basecamp3D, Q-Gis, Strava, Google Map/ Earth, dan Avenza Map. Pada pengaplikasian materi navigasi darat di SPGW’24 lalu, para siswa menggunakan peta digital berupa aplikasi Avenza Dari segi penggunaannya, peta digital ini sangat mudah diaplikasikan dan tidak terlalu banyak kendala atau bisa disebut sebagai “User Friendly”. Sehingga para pengguna baru tidak kesulitan mengaplikasikannya. Terlebih, banyak tutorial penggunaan peta digital berbasis android ini di aplikasi youtube. - Manajemen Perjalanan
Manajemen perjalanan merupakan tata kelola sebuah perjalanan yang meliputi perencanaan, persiapan dan teknis. Dalam sebuah manajemen perjalanan dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang, mulai dari perbekalan ilmu (materi atau teori), pengalaman, fisik, mental, dan logistik. Manajemen perjalanan ini bersifat dinamis, karena “Manusia bisa merencanakan, namun alam selalu tidak bisa ditebak, ada baiknya ketika kita memiliki persiapan yang matang”. - Manajemen Peralatan dan Perbekalan
Tidak berbeda jauh dengan sebuah manajemen perjalanan, manajemen peralatan dan perbekalan menyangkut tentang logistik. Beberapa kawan sering mengatakan, “sebuah logika akan berjalan baik apabila dibarengi dengan adanya logistik yang cukup”. Logistik merupakan segala (perbekalan) yang memiliki suku cadang, bisa ditambah atau dikurangi. Logistik terbagi menjadi 2, yairu logistik makanan dan suku cadang.Contoh dari manajemen logistik makanan yaitu “Menu Makan”, yang mencakup menu makan per-hari, makanan apa yang tahan lama dan mudah busuk, pemenuhan protein berupa 4 sehat 5 sempurna dalam satu kali makan, penghitungan porsi makan per – orang dan sebagainya. Sedangkan untuk manajemen peralatan berupa suku cadang tidak perlu membawa “seisi rumah” melainkan membawa secukupnya untuk efektivitas barang bawaan agar tidak terlalu banyak dan terkesan nge-berat – beratin carrier.
- Mental Health Pendakian
Sebuah kesehatan mental adalah kondisi dimana terciptanya sebuah kesejahteraan mental yang berkaitan dengan emosi, kejiwaan, dan psikis seseorang. Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang untuk mengatasi tekanan, belajar, bekerja, dan berkontribusi bagi rekan atau masyarakat. Setiap pendakian terdapat beberapa gejala utama yang sering dialami oleh pendaki antara lain :
1. Demotivasi : kondisi dimana seseorang tidak lagi bisa menerima sebuah motivasi dan dihadapkan dengan keadaan ingin menyerah lagi, lagi dan lagi.
2. Anger Issues : apabila berada dalam posisi leleh dan kekurangan tenaga, umumnya seseorang cenderung mudah tersulut emosi.Dalam menghadapi hal – hal tersebut, rekan sesama tim harus saling men-support dan melakukan pemahaman terkait emosi, yang di utamakan adalah melakukan pengontrolan emosi oleh diri sendiri sehingga tidak menjadi beban antara satu sama lainnya. - PPGD : Pertolongan Pertama Gawat Darurat
Merupakan salah satu ilmu yang harus dimiliki oleh setiap pendaki gunung. PPGD seringkali dikaitkan dengan kesehatan awal pendaki, PPGD merupakan salah satu resolusi apabila terjadi sebuah kecelakaan yang tidak diharapkan di medan gunung hutan. Pertolongan pertama gawat darurat difungsikan untuk menolong bukan untuk mengobati, sebatas menyelamatkan nyawa yang terancam bahaya. Langkah-langkah Dasar dalam PPGD dikenal dengan singkatan A B C D (Airway – Breathing – Circulation – Disability). Keempat poin tersebut adalah poin-poin yang harus sangat diperhatikan dalam penanggulangan pasien dalam kondisi gawat darurat.Di PPGD ini terbagi menjadi 3 tahap, antara lain :
1. Tahap pertama : Gawat
2. Tahap ke – 2 : Darurat
3. Tahap ke – 3 : Gawat Darurat (Bahaya)
- Camp Craft serta Botani n Zoologi
Merupakan salah satu materi (Berkemah) yang mana bertujuan untuk melakukan camping dengan aman dan nyaman. Materi camp craft ini meliputi pembuatan bivak yang aman dan nyaman, pembuatan perapian dan segala craft yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perkemahan di alam terbuka. Sedangkan, Botany and Zoology merupakan materi untuk mengetahui bahan makanan yang dapat dimakan. Perbedaan antara botany dan zoology yaitu :
1. Botany merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
2. Zoology merupakan ilmu yang mempelajari tentang hewanBotany dan zoology sangat berguna dalam keadaan survival, ketika tidak lagi memiliki cadangan makanan di hutan, para survivor bisa memanfaatkan ilmu ini untuk bertahan hidup mencari makanan yang dapat di konsumsi. - Zero Waste
Merupakan sebuah gaya hidup yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengutamakan konsep tidak membuang atau menghasilkan sampah. Terdengar mudah, namun membutuhkan konsistensi yang tinggi dalam pelaksanaannya. Untuk mengaplikasikan gaya hidup ini dalam pendakian kita dapat mengganti plastik sekali pakai dengan wadah. Kemudian, kita juga bisa mengganti botol air dengan tumblr dan sebagainya. “Jangan meninggalkan apapun selain jejak”. Apabila setiap pendaki seperti kita dapat menerapkan hal – hal kecil, mulai mengurangi atau bahkan tidak sama sekali menggunakan plastik sekali pakai atau bahan apapun yang menghasilkan sampah, maka kita berhasil menerapkan pola hidup zero waste.
Menjadi seorang pendaki gunung bukan hanya tentang menaklukkan puncak yang tinggi, tetapi juga tentang menguji ketahanan fisik dan mental, serta belajar untuk menghargai keindahan alam yang luar biasa. Setiap perjalanan ke puncak adalah pengalaman berharga yang mengajarkan kita untuk lebih menghormati alam dan memahami pentingnya persiapan yang matang. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin menjelajahi dunia pendakian, namun selalu ingat untuk mendaki dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab.
Ingat! “Alam tidak peduli siapa kita, namun kita tau betul bahwa alam mengandung dan mengundang bahaya. Keberhasilan dari sebuah pendakian adalah ketika bisa kembali pulang dengan selamat”. Demikian sedikit cerita yang dapat saya sampaikan, semoga teori pendakian yang telah saya pelajari dapat tersampaikan dengan baik. Salam Lestari!
Foto || KPA Arkadia
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

