28 Organisasi Siswa Pecinta Alam Se-Malang Raya Gelar Aksi Penanaman Bersama

Caption Foto: Foto bersama kegiatan penanaman bersama Sispala Se-Malang Raya (WARTAPALAINDONESIA/Sispala Malang Raya)

Wartapalaindonesia.com, MALANG – Mengusung tema “Solidaritas, Penghijauan, Pelestarian”, kegiatan penanaman “bersama hijaukan bumi” dari Siswa Pecinta Alam (Sispala) Se-Malang Raya yang dilaksanakan pada 21- 22 Februari 2025, menjadi momen tidak terlupakan.

Selain bertujuan menghijaukan lingkungan, acara tersebut juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama siswa pecinta alam di Malang Raya yang terdiri sebanyak 28 organisasi.

Tidak hanya dengan sesama saudara pecinta alam, kegiatan ini juga terasa semakin seru karna kontribusi masyarakat desa busu yang menjadi tempat kami melaksanakan acara.

“Terimakasih atas segala support dari penyedia tempat, sponsor, dan media partner. Sampai jumpa di kegiatan sispala se- Malang Raya selanjutnya,” ucap siswa SMKN 6 Malang sekaligus ketua pelaksana, Sam Semeru.

Pada hari pertama, Jumat 21 Februari 2025, kegiatan diisi dengan workshop konservasi oleh pembicara Toni Tirtathera.

Dilanjutkan dengan menginap dan di situ para peserta saling mengarabkan diri dalam acara masak bersama dan malam keakraban bersama anak-anak wilayah Dusun Busu sambil diiringi musik live.

Esoknya, Sabtu 22 Februari 2025, kegiatan inti, Aksi Penanaman terselenggara di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Ketua pelaksana, Sam Semeru mengatakan, alasan pemilihan dusun busu merupakan rekomendasi dari warga setempat dengan berbagai masukan-masukan untuk kebermanfaatan bersama.

“Bukan hanya rekomendasi dari pihak setempat tetapi juga karna terdapat sebuah punden, situs leluhur yang sejak dahulu dijaga oleh masyarakat setempat. Selain memiliki nilai sejarah dan spiritual, punden ini juga terletak di kawasan tangkapan air dari sumber besar di hulu Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung,” sebutnya.

Lebih lanjut ia menerangkan lingkungan hidup berperan penting, tetapi aktivitas manusia seperti penebangan liar dan pembangunan tak terencana menyebabkan kerusakan.

“Kawasan Dusun Busu menghadapi tekanan akibat perambahan lahan dan kurangnya edukasi. Kegiatan ini diinisiasi untuk memperbaiki ekosistem dan meningkatkan kesadaran lingkungan,” tandasnya. (dan/sev)

Kontributor || Danang Arganata, WI 200050

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.