Federasi Mountaineering Indonesia Berkolaborasi dengan Eiger, Tendon dan Mapala Tricora, Selenggarakan Sekolah Navigasi

WartapalaIndonesia.com, JAKARTA – Menyikapi banyaknya accident di gunung selama 5 tahun belakangan yang diakibatkan kurangnya persiapan pendaki gunung, Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) DP Provinsi Jakarta, mengadakan pelatihan bagi masyarakat umum yang bertajuk “Sekolah Navigasi”. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2025.

Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta dari berbagai latar belakang, di antaranya pembina Pramuka, relawan kemanusiaan, Mapala dan Sispala (Siswa Pecinta Alam).  

Materi ruang selama 1 hari dilaksanakan di SMKS Pembangunan Pengayoman. Sementara materi lapangan diselengggarakan di Bumi Perkemahan Sukamantri selama 2 hari.

Ketua FMI Jakarta Budy Satya mengatakan, kegiatan Sekolah Navigasi selain bertujuan mengurangi resiko berkegiatan di alam bebas, juga wujud nyata dari upaya melahirkan para “responsible mountaineer” yang memiliki prinsip “zero waste-zero accident”, sesuai dengan tagline FMI.

Kegiatan tersebut Budi mempunyai nilai tambah kepada para penggiat pendaki gunung dengan terukur dan aman, serta menjadi agen perubahan “responsible mountaineer”  yakni “Pendaki yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kelestarian alam.”

Semantara Kepala Sekolah Navigasi, Fauzan menjelaskan, navigasi merupakan kompetensi esensial dan penting bagi seorang penggiat alam bebas untuk menentukan orientasi dan jadi dasar manajemen perjalanan. Sayangnya hal ini sering dilupakan oleh penggiat muda saat ini.

Senada dengan itu Ketua Tim Pelatih, Rheno menjelaskan, teknik navigasi yang diajarkan di Sekolah Navigasi adalah teknik manual dan digital yang diintegrasikan dalam pelaksanaannya, disertai pembiasaan melakukan marking (penanda jejak) dan pembuatan waypoint (penandaan tujuan perjalanan).

Respon peserta yang mengikuti kegiatan ini juga positif, “Aku seneng banget ikut kegiatan ini, karena dapat penjelasan yang mendalam. Jadi saya paham semua materi, ” kata peserta dari Sispala PASA SMAN 30 Jakarta, Gurprit Kaur.

Navigasi darat yang diajarkan bisa dimengerti secara jelas, dan ini penting untuk dipelajari penggiat alam,” kata Alia Bachtiar dari Sispala Sisgahana SMAN 70 Jakarta.

Sekolah Navigasi FMI DPProv Jakarta ini didukung produsen apparel adventure Eiger, distrubutor alat panjat Tendon Indonesia, dan Mapala Tricora Universitas Trilogi. (AA).

Kontributor || Akmal Abdullah, WI 200128
Editor || Danang Arganata, WI 200050

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.