YPM Sidoarjo Selenggarakan SiBar: Kegiatan Konservasi Berbasis Ibadah

WartapalaIndonesia.com, SIDOARJO – Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif (YPM) Sidoarjo menggelar pendidikan lingkungan dan konservasi melalui program SiBar (Sinau Bareng) di Hutan Wakaf YPM Sidoarjo. Kegiatan yang diselengarakan selama 3 hari ini dimulai pada Rabu, 18 Juni 2025.

SiBar diikuti oleh 65 guru dari berbagai tingkatan dan unit sekolah di bawah naungan YPM, termasuk wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan guru dari 8 unit SMP/MTs serta 13 unit SMA/ SMK.

Menurut Koordinator Pelaksana SiBar Rahmad, selama tiga hari peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga merasakan langsung pengalaman berkemah di Hutan Wakaf YPM. Hal ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ibadah dengan pelestarian alam.

Senada dengan itu, Wakasek Kesiswaan, Putra mengatakan, kegiatan SiBar ini adalah langkah awal untuk mengenalkan Hutan Wakaf YPM sebagai konservasi berbasis ibadah.

Selama SiBar, para guru diajak memahami apa itu hutan wakaf, bagaimana ia dikelola secara berkelanjutan, dan apa saja kegiatan yang dilakukan di dalamnya. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon, pemeliharaan ekosistem, edukasi lingkungan, hingga penelitian.

“Jika para guru sudah paham, mereka akan lebih menyadari pentingnya hutan wakaf sebagai konsep yang luar biasa, dan pada akhirnya akan lebih berpartisipasi aktif dalam gerakan konservasi,” imbuhnya.

Terkait, Ketua Hutan Wakaf YPM Agus Sugiarto menjelaskan Hutan Wakaf YPM bukan sekadar area hijau biasa. Ini adalah sebuah konsep konservasi berbasis ibadah yang menggabungkan prinsip wakaf dengan upaya pelestarian lingkungan.

Artinya, Iahan dan sumber daya di Hutan Wakaf diwakafkan untuk kepentingan umum dan keberlanjutan alam, menjadi sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya seiring dengan manfaat lingkungan yang diberikan.

Hutan Wakaf YPM memberikan manfaat dan dampak yang signifikan, baik secara ekologis maupun sosial. Dari sisi ekologi, hutan wakaf berkontribusi pada penyerapan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, dan melestarikan sumber daya air.

Secara sosial, hutan ini menjadi laboratorium alam bagi para siswa, tempat riset bagi pegiat lingkungan, serta ruang terbuka hijau yang menyejukkan.

“Keberadaan Hutan Wakaf YPM menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi sebagai bagian tak terpisahkan dari ajaran agama. Ini mengajarkan bahwa menjaga kelestarian alam adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kita terhadap bumi,” pungkas Agus Sugiarto. (*).

Kontributor || Agus Andrianto
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.