Mapala Renjana Buana UNUSIA Gaungkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Seminar Hari Lingkungan Hidup

Caption foto : Prosesi Pelaksanaan Seminar Hari Lingkungan Hidup di Aula Jacob Oetama, Kampus UNUSIA Jakarta. (WARTAPALA INDONESIA/Media MPA Renjana Buana).

Wartapalaindonesia.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni, Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Renjana Buana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggelar seminar bertajuk “Gaya Hidup Minim Sampah untuk Masa Depan Berkelanjutan”, pada Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Jacob Oetama, Kampus UNUSIA Jakarta.

Seminar diikuti oleh mahasiswa UNUSIA dan perwakilan MAPALA dari berbagai kampus lain. Selain menjadi forum edukasi lingkungan, acara ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru MAPALA Renjana Buana UNUSIA periode 2025–2026.

Dua pembicara dihadirkan dalam seminar ini, yaitu Bambang Sutrisno, Direktur Eksekutif Teens Go Green Indonesia, dan Sandi Saputra Palungan, Staf Pelibatan Publik dari Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

Bambang Sutrisno menyoroti pentingnya perubahan gaya hidup dalam mengurangi dampak krisis iklim dan sampah, khususnya sampah plastik. Ia mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam konsumsi harian.

“Gaya hidup minim sampah bukan hanya tren, tapi bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Mulai dari membawa botol minum sendiri, menolak kantong plastik, hingga memilah sampah,” ujar Bambang.

Ia juga mengenalkan program “Zero Waste Challenge” yang telah diterapkan di komunitas Teens Go Green untuk mendorong pengurangan sampah pribadi selama 30 hari.

Sementara itu, Sandi Saputra menekankan peran strategis mahasiswa dalam gerakan pengurangan sampah plastik. Menurutnya, kampus bisa menjadi pusat gerakan lingkungan karena dihuni oleh generasi muda yang kritis dan bersemangat melakukan perubahan.

“Kampus adalah tempat yang tepat memulai perubahan. Mahasiswa harus jadi pelopor gaya hidup ramah lingkungan melalui aksi kolektif seperti kampus bebas plastik atau bank sampah mahasiswa,” kata Sandi.

Ia juga mendorong kolaborasi antara organisasi mahasiswa, pihak kampus, dan komunitas lingkungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung selama lebih dari dua jam dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi ide terkait pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik menyatakan termotivasi setelah mengikuti seminar ini. “Saya jadi sadar bahwa sekecil apapun tindakan kita dalam mengurangi sampah bisa berdampak besar kalau dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

MAPALA Renjana Buana UNUSIA berencana melanjutkan kegiatan ini dengan program lanjutan seperti pelatihan daur ulang kreatif, kampanye minim sampah di kampus, dan kerja sama dengan komunitas lingkungan di Jakarta. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan pola pikir dan kebiasaan mahasiswa dalam menjaga lingkungan.

Kontributor || Khalisha
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.