Universitas Nasional dan Kedubes Malaysia Inisiasi Restorasi Mangrove di Desa Sukawali Tangerang

WartapalaIndonesia.com, TANGERANG – Universitas Nasional (Unas) bersama Kedutaan Besar Malaysia menginisiasi program Penanaman dan Restorasi Mangrove sebagai bentuk komitmen nyata dalam konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Guna merealisasikannya, mereka melakukan survei yang kedua di kawasan Hutan Negara, Desa Sukawali, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada 9 September 2035.

Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian Unas Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si. mengatakan dengan dukungan mitra internasional seperti Kedubes Malaysia, program ini akan menjadi wadah memperkuat diplomasi lingkungan, mempererat kerja sama bilateral, serta menjadi model kolaborasi internasional dalam upaya pelestarian alam.

“Lantaran itulah kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada aspek ekologi, tetapi juga memiliki dimensi edukatif dan sosial,” imbuh Fachruddin.

Masih kata Fachruddin, mahasiswa sebagai generasi muda harus dilibatkan langsung dalam proses survei, penanaman, hingga monitoring pertumbuhan mangrove, sehingga memperoleh pengalaman lapangan yang berharga.

Turut dalam tim survei para dosen Biologi, di antaranya Sugardjito, Ph.D., Astri Zulfa, M.Si, Astri Rozanah Siregar, M.Si, serta Dr. Irma Indriyani dari Kepala Biro Administrasi Kerja Sama Unas.

kegiatan yang dibuat kolaboratif ini juga melibatkan, Klub Indonesia Hijau, Kelompok Stacia Hijau, masyarakat sekitar yang diberdayakan sampai kepada siswa sekolah.

Survei kedua ini bertujuan mewujudkan langkah nyata dalam konservasi lingkungan pesisir, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan pengabdian masyarakat.

Secara khusus, tujuan kegiatan ini yakni restorasi ekosistem pesisir melalui penanaman 10.000 batang mangrove di kawasan yang mengalami degradasi, sehingga fungsi ekologis pantai sebagai penahan abrasi, penangkap sedimen, dan habitat biota laut dapat dipulihkan.

Mitra lokal yang terlibat dari KTH Remaja Tanjung Burung. Ahmad Marbawi yang biasa disapa Bawi menjelaskan ada dua tempat yang akan menjadi tempat penanaman. Pertama di bibir pantai, itu untuk acara seremoni, sementara tempatnya yang agak ke dalam itu lebih banyak lagi yang ditanam.

Ditambahkan Bawi, diharapkan dari 10.000 yang ditanam akan dimonitor secara berkala. Jika ada yang mati akan ditambal sulam.

Luas Area Kawasan Hutan Negara (Hutan Lindung) Desa Sukawali ini memiliki luas lebih kurang 111 Ha, sementara luas Kawasan Hutan Negara yang sudah abrasi lebih kurang 60 Ha, sisanya Daratan Kawasan Hutan Negara lebih kurang 51 ha yang terbagi dalam dua petak.

“Lahan ini pelan-pelan harus kami hijaukan sebagai benteng alami dari daerah ini,” tutup Bawi. (*FAI).

Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.