Wartapalaindonesia.com, Boyolali — Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) GAN menggelar kegiatan River Clean Up di Sungai Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu–Minggu, 5–6 Juli 2025.
Kegiatan bertajuk “Lestarikan Sumber Kehidupan: Aksi Nyata Jaga Mata Air dan Kelola Sampah dengan Bijak” ini melibatkan puluhan relawan dari berbagai elemen masyarakat, komunitas, pelajar, dan instansi pemerintah.
Aksi bersih-bersih sungai ini dilakukan sebagai upaya nyata menjaga kelestarian sumber air utama di kawasan tersebut. Sungai Pengging dikenal sebagai ikon lokal dan kerap digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurut panitia, pemilihan lokasi ini karena letaknya strategis, memiliki akses logistik yang memadai, serta didukung penuh oleh Kepala Desa Bendan dan masyarakat sekitar. Di wilayah ini juga sudah terbentuk komunitas peduli lingkungan, meski partisipasi warga belakangan ini mengalami penurunan.
Ketua Panitia, Maulida Hikmawati, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama, Sabtu (5/7), diisi dengan kegiatan sosialisasi di Kantor Desa Bendan yang dihadiri oleh warga dan pelajar dari SMA Negeri 1 Banyudono.
Dalam sesi sosialisasi, hadir sebagai narasumber Ketua Komunitas Sungai Adhi Drawa Pujangga, Tosto Sudaryanto, SH. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai. “Sungai adalah sumber kehidupan. Jika rusak, dampaknya dirasakan langsung, baik dari segi kesehatan maupun ketersediaan air bersih,” ujarnya.
Hari kedua, Minggu (6/7), menjadi puncak kegiatan River Clean Up. Setelah apel pagi yang dipimpin oleh Babinsa Desa Bendan, sebanyak 67 peserta langsung turun membersihkan area sungai dari tumpukan sampah rumah tangga, plastik, dan sampah organik lainnya.
Para peserta berasal dari unsur BPBD Kabupaten Boyolali, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, PMI Kabupaten Boyolali, Babinsa, Komunitas EXSALOS, masyarakat Desa Bendan, serta mahasiswa pecinta alam dari berbagai kampus di wilayah Soloraya.
Ketua Umum Mapala GAN, Aldo Nurdiansyah, menegaskan pentingnya keberlanjutan gerakan lingkungan ini. “Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Kami ingin membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,” katanya.
Mapala GAN juga menyampaikan rencana tindak lanjut berupa pemantauan berkala terhadap kondisi Sungai Pengging dan edukasi lingkungan ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat.
“Lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” ujar Maulida menambahkan.
Dengan semangat gotong royong, Sungai Pengging kini lebih bersih. Aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk melakukan gerakan serupa demi menjaga kelestarian lingkungan.
Kontributor || Humas Mapala GAN
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)