Ocha, Pendaki Termuda Kopdar : Bawa Turun Sampah Kita Kembali

Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Dalam sebuah komunitas selalu saja ada yang unik, seperti sosok kita kali ini yang merupakan anggota termuda di komunitas komplotan pendaki Sidoarjo (Kopdar). Terlahir pada tanggal 04 Juli 1998, gadis yang masih mengenakan seragam putih abu-abu ini duduk di SMAN 1 Mojosari, kita kenal lebih dekat sosoknya.

Bernama asli Roseliana Dewi, anak kedua dari pasangan Efendi dan Anna Lee mengaku pertama kali mendaki diusianya yang ke-13 tahun. Bang Dicky yang menjadi salah satu dedengkot Kopdar, menjadi penular virus positive bergabungnya Ocha di Kopdar. Gunung Penanggungan, Arjuno, Welirang, Kembar 1, Kembar 2, Buthak dan lain-lain sudah pernah dijejaknya.

Mendapat support positive dari kedua ortu, Ocha semakin semangat menggeluti dunia pendakian. Memiliki orang tua yang open minded menjadi salah satu kunci Ocha selalu mendapat restu dari keduanya saat mendaki, beruntung Ocha memiliki orang tua seperti mereka akunya. Orang tua Ocha juga mengacungi jempol kepada putri cantiknya yang mau dan berani mencoba hal baru yang cukup menguras nyali.

Saat ditanya soal tujuan mendaki, Ocha dengan rendah hati menjawab bahwa itu adalah sebuah pertanyaan susah, dia menyambung, “Entahlah mungkin kepuasan, yang pasti kegiatan ini ngasih aku apa yang ngga aku dapetin di kehidupan biasa. Tantangan, persahabatan, dan rasa memiliki misi yang sama untuk satu tujuan, yaitu puncaknya.”

Mengaku belum pernah bertemu dengan pengalaman paling serem, Ocha juga mengaku bahwa pada beberapa kesempatan saat mendaki fisiknya sempat hamper drop, dan itu biasa. Namun semua itu terbayar dengan pengalaman yang menyenangkan, salah satunya saat mendaki Gunung Arjuno, saat dia bersama 20 orang rekannya diajar trek batu dari bawah, Ocha menemukan rasa kekeluargaan yang sangat. Meskipun pada saat itu tidak semua sampai atas, namun beruntung Ocha menjadi perempuan satu-satunya yang berhasil sampai puncak.

Selanjutnya Ocha berbagi soal pengalaman yang paling dirindukannya saat mendaki, yakni saat harus turun gunung yang membuatnya lelah, tapi itu yang membuat Ocha ingin naik lagi untuk bisa turun lagi. Tak hanya berbagi pengalaman, Ocha juga berpesan kepada para pegiat alam yang akan melakukan kegiatan pendakian khususnya. Persiapan mental dan fisik itu penting, perlengkapanpun harus memenuhi safety. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di medan nantinya. Dan bawah pulang kembali sampahnya ketika turun.

Untuk kelestarian alam Indonesia, Ocha yang bercita-cita menjadi seorang pramugari juga berpesan, “Kita sebagai pegiat alam, tentunya harus mempunyai kesadaran diri yang tinggi untuk tetap menjaga kelestarian alam. Sederhananya ya itu tadi, saat kita mendaki gunung, bawah turun kembali sampah kita. Cara yang sangat sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar.”

Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Efrina Fitrianingrum

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi
IMG_20151104_123355

IMG_20151104_123405

IMG_20151104_123413

IMG_20151104_123417

IMG_20151104_123421

IMG_20151104_123437

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

1 Comment

  • bunga , Mei 21, 2020 @ 8:01 pm

    kalo mau bergabung dengan komunitas kopdar ini bagaimana caranya? ini untuk putri kecil saya satu-satu nya yang berkeinginan sekali bergabung dengan komunitas pecinta alam seperti ini. umur nya 14 tahun tapi tahun ini menuju 15 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.