Wartapalaindonesia.com, Kediri — Memperingati Hari Keadilan Ekologis pada 20 September, Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMKN 1 Ngasem bersama Forum Kali Brantas menggelar aksi Besuk DAS Brantas di Kali Tulungrejo, Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (21/9).
Mengusung tema “Alam Sebagai Pengikat Kebersamaan dan Kekuatan”, aksi ini diikuti 120 peserta. Kegiatan bertujuan menumbuhkan inisiatif anak muda dalam pelestarian sungai, mengendalikan pencemaran, serta menginspirasi generasi muda untuk menjalani hidup yang lebih selaras dengan alam.
Ketua pelaksana, Rahmania Alfani Tis’atun, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan dasar Sispala dengan konsep zero waste. “Harapannya, anggota Sispala benar-benar mencintai alam sepenuhnya, bukan sekadar penikmat yang berpotensi merusak,” ujarnya.
Aksi dimulai dengan pembersihan bantaran dan badan sungai sepanjang 100 meter. Sebanyak 480 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, didominasi plastik kresek, styrofoam, pakaian bekas, dan popok. Selanjutnya dilakukan brand audit dengan hasil: sampah tidak bermerk (354 pcs), Wings (15 pcs), Garuda Food (7 pcs), Mayora (7 pcs), dan Unilever (7 pcs) sebagai lima penyumbang sampah terbanyak.
Widya Arum Crystiari dari Forum Kali Brantas menegaskan bahwa sampah plastik menjadi beban sungai. “Perusahaan yang produknya paling banyak mencemari harus bertanggung jawab sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2008 pasal 15 tentang Pengelolaan Sampah,” tegasnya.
Selain itu, dilakukan water quality monitoring dengan hasil pH 7,57, TDS 430 ppm, suhu 30,5°C, nitrat 2 ppm, dan fosfat 1,8 ppm. Kadar fosfat tercatat melebihi baku mutu air sungai berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ledakan alga, mengganggu kesehatan biota perairan, hingga berdampak negatif bagi manusia jika air dikonsumsi terus-menerus.
Chandra Iman Asrori, warga Kampung Inggris, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Terima kasih banyak anak muda sudah membantu membersihkan sungai kami. Semoga pemerintah segera turun tangan mengatasi pencemaran, salah satunya dengan perda pembatasan plastik sekali pakai,” ujarnya.
Kontributor || Chandra
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)