Wartapalaindonesia.com, Bali — Hujan ekstrem sejak Selasa malam (9/9) hingga Rabu (10/9) memicu banjir besar dan longsor di sejumlah wilayah Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat sedikitnya 163 titik banjir di Denpasar, Tabanan, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Karangasem. Curah hujan mencapai 380 milimeter per hari, jauh melampaui ambang batas normal.
Hingga Sabtu (13/9), BPBD melaporkan 18 orang meninggal dunia dan 5 orang hilang. Ratusan rumah, kios, jembatan, dan fasilitas umum rusak, sementara ribuan warga mengungsi ke tempat darurat.
Pemerintah menyebut faktor alih fungsi lahan di daerah aliran sungai (DAS), minimnya tutupan hutan, serta buruknya tata ruang dan drainase memperparah dampak banjir. “Luas DAS yang berpohon di Bali kini hanya tersisa sebagian kecil,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Dalam masa tanggap darurat, sejumlah organisasi turun membantu warga. Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama Aliansi Muslim Bali membuka Pos Hangat di Denpasar, menyalurkan makanan dan minuman hangat. Komunitas RAIN (Relawan Indonesia), Sekolah Air Hujan Banyu Bening, R-KomPAS, Get Plastic, dan Yayasan Al Hikmah Joglo juga menyalurkan logistik ramah lingkungan.
Yayasan Al Hikmah Joglo memanfaatkan fasilitas penampungan air hujan berkapasitas 17 ribu liter untuk kebutuhan darurat warga. Fasilitas ini merupakan bagian dari jaringan Sekolah Air Hujan yang berpusat di Sleman, Yogyakarta.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait menyiapkan langkah jangka pendek berupa normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan pembersihan sampah. Untuk jangka panjang, pemerintah merencanakan evaluasi tata ruang, pembatasan alih fungsi lahan, serta moratorium pembangunan di kawasan rawan banjir.
Kontributor || Ainaya Nurfadila
Eitor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)