Wartapalaindonesia.com, Boyolali — Ajang Sirkuit Panjang Tebing (SPT) Soloraya 2025 resmi digelar di Wall Climbing FPTI Boyolali pada 24–26 Oktober 2025. Sebanyak 213 atlet panjat tebing dari tujuh kota dan kabupaten se-Soloraya berpartisipasi dalam kompetisi tahunan tersebut. (27/05/2025).
Kompetisi ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni Lead dan Speed, dengan peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, baik putra maupun putri. Tahun ini, SPT juga menjadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Boyolali 2025.
Ketua panitia, Fatimah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan silaturahmi antar-atlet muda di wilayah Soloraya.
“Antusiasme peserta luar biasa. Banyak atlet muda potensial yang muncul, dan ini jadi momentum bagus untuk perkembangan panjat tebing di daerah,” ujarnya.
Dari kategori Lead Mapala Putra, prestasi membanggakan diraih oleh Laksamana Dirgantara Prayoga, anggota Mahasiswa Pencinta Alam (METALA), yang berhasil meraih Juara 2. Ia berada di bawah Ridho Gemeli dari Gopala Valantara FH UNS (Juara 1) dan di atas Wigar Dutra dari Brahmahardhika FKIP UNS (Juara 3).
Laksamana mengaku tak menyangka mampu menembus podium di tengah persaingan ketat.
“Rasanya campur aduk antara bangga, senang, dan nggak nyangka bisa dapat hasil di luar ekspektasi. Pesertanya hebat-hebat semua,” katanya.
Ia menuturkan, tantangan terberat justru datang dari rasa gugup dan kurang percaya diri.
“Tantangannya bukan cuma di jalur panjat, tapi lebih ke diri sendiri. Aku coba buat tenang dan fokus, yang penting sudah usaha,” tambahnya.
Perjalanan Laksamana di dunia panjat tebing baru dimulai awal tahun 2025, ketika ia bekerja di salah satu tempat panjat di Solo Baru. Dari sekadar hobi, ketertarikannya berkembang menjadi keseriusan untuk berlatih dan berkompetisi.
Laksamana berharap prestasinya bisa menjadi motivasi bagi anggota METALA lainnya untuk terus mengembangkan minat di bidang olahraga panjat tebing.
“Semoga panjat tebing makin dikenal dan banyak anak muda METALA yang bisa berprestasi, bahkan sampai tingkat nasional,” harapnya.
Ajang SPT Soloraya 2025 menjadi bukti tumbuhnya semangat dan regenerasi atlet panjat tebing di wilayah Soloraya, sekaligus wadah bagi munculnya talenta baru di kalangan mahasiswa pencinta alam.
Kontributor || Abdul Aziez, WI 200059
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)