WartapalaIndonesia.com, MALANG – Melalui Experiential Learning Class (ELC), sebanyak tujuh mahasiswa kelas karyawan diajak keluar dari ruang kelas konvensional untuk mempraktikkan teori secara langsung.
Kuliah lapangan bermateri Hukum Lingkungan ini digelar di dalam perut bumi, menyusuri Sungai Bawah Tanah Coban Perawan, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Malang Selatan, pada Sabtu (04/07/2026).
Mengusung tema “Memahami Hukum Lingkungan dari Dalam Perut Bumi Melalui Aliran Sungai Bawah Tanah Gua Coban Perawan”, kuliah ini berlangsung selama lima jam, mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Agenda ini dipimpin langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Purnawan D. Negara, serta dihadiri oleh Ketua LPPM UWG Prof. Dr. Ir. Fachrudin, MT dan Kepala Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UWG Dra. Wiwin Purnomowati.
Metode ELC ini sengaja diterapkan untuk mengubah mahasiswa dari pendengar pasif menjadi pelaku aktif melalui pengalaman nyata.
Di dalam gua, mahasiswa belajar mendobrak mindset lama yang menganggap hanya hutan darat yang berfungsi menghasilkan oksigen dan menyerap karbon.
“Kawasan karst memegang peran yang sama krusialnya. Karst tidak hanya menyimpan air, tetapi juga menyembunyikan mahakarya speleothem yang terbentuk dari proses batuan karbonat selama ratusan tahun,” jelas Purnawan di sela-sela penyusuran gua.
Purnawan memaparkan proses sains di balik keindahan ornamen gua tersebut kepada mahasiswanya. “Mahakarya ini merupakan kerja sama air, batu kapur (kalsium karbonat/CaCO₃), karbon dioksida (CO₂), dan waktu.
Air hujan yang mengandung CO₂ menjadi sedikit asam, melarutkan batu kapur saat meresap ke dalam tanah. Ketika tetesan air memasuki gua dan melepaskan CO₂, kalsium karbonat mengendap sedikit demi sedikit hingga membentuk ornamen.
Proses ini berlangsung sangat lambat, umumnya hanya 0,01–3 mm per tahun,” urainya.
Namun, bentang alam yang sarat nilai ekologis ini kini terancam oleh ekspansi industri tambang.
Realitas empiris inilah yang memicu diskusi kritis di antara mahasiswa mengenai kepastian regulasi perlindungan kawasan karst serta efektivitas penegakan hukum lingkungannya di lapangan.
Sentuhan Spiritual di Zona Gelap Abadi
Kuliah hukum ini tidak hanya berfokus pada pasal-pasal akademis, tetapi juga menyisipkan penguatan nilai Pancasila, cinta tanah air, dan refleksi keagamaan. UWG menghadirkan warga lokal, Shohibul Izar, sebagai dosen tamu.
Sosok berprestasi yang merupakan Juara Nasional Penyuluh Agama ini mendampingi mahasiswa sebagai pemandu wisata gua berlisensi.
Momen paling mencekam sekaligus khidmat terjadi saat rombongan berada di zona gelap abadi gua. Mahasiswa diminta mematikan seluruh lampu headlamp hingga suasana menjadi gelap gulita.
Dalam keheningan perut bumi tersebut, Shohibul Izar memberikan refleksi spiritual yang menyentuh hati mahasiswa yang seluruhnya beragama Islam, dengan mengingatkan mereka akan hakikat kehidupan dan kepasrahan manusia kelak di alam kubur.
Buah Manis Pengabdian Masyarakat Sejak 2023
Selepas kuliah lapangan berakhir, sebuah prosesi simbolis yang membanggakan digelar tepat di mulut Gua Coban Perawan. Ketua LPPM UWG, Prof. Dr. Ir. Fachrudin, MT, menyerahkan secara resmi Sertifikasi Pemandu Wisata Gua kepada empat warga lokal Desa Sidodadi.
Purnawan D. Negara menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan buah manis dari investasi jangka panjang Kampus UWG.
Program ini berakar dari Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa UWG tahun 2023 yang merintis Ecoeduwisata Susur Sungai Bawah Tanah Coban Perawan.
“Rintisan tahun 2023 itu mempertemukan pihak kampus dengan Asesor Pemandu Gua. Kolaborasi berlanjut hingga tahun 2026 ini, di mana atas undangan sang asesor, empat warga desa dikirim untuk mengikuti sertifikasi resmi.
Penyerahan sertifikat kompetensi ini menjadi legalitas hukum yang sah sekaligus penguat ekonomi berbasis konservasi bagi pemandu lokal Desa Sidodadi,” pungkas Purnawan. (*)
Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)