Oleh : Rinanto
Pelatih Nasional HW
Jurnalis Wartapala WI 25028 B
Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Isu lingkungan saat ini menjadi salah satu perhatian utama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik rumah tangga, menjadi tantangan yang perlu direspons melalui langkah-langkah nyata, terarah, dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah organik melalui pemanfaatan Eco Enzyme.
Pada pelaksanaan Latihan Pandu Berprestasi (LPB) V Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang diselenggarakan secara nasional pada 26–30 Juni 2026 di kawasan Candi Banyunibo, Sleman, Yogyakarta, saya berkesempatan menjadi narasumber dalam sesi Konservasi dan Kepedulian Lingkungan.
LPB V Nasional Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan menjadi sarana pembentukan karakter, pengembangan kepemimpinan, peningkatan wawasan, serta penguatan nilai-nilai kepanduan bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, saya menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, melainkan dapat diawali dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Salah satu bentuk implementasi nyata adalah mengolah limbah organik rumah tangga menjadi Eco Enzyme yang memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sayuran, yang dicampur dengan gula dan air melalui proses tertentu.
Produk ini memiliki beragam manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk organik, pengurai limbah, serta sarana untuk membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke lingkungan.
Melalui sesi edukasi yang dilaksanakan, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan manfaat Eco Enzyme, tetapi juga berkesempatan untuk melakukan praktik langsung pembuatan Eco Enzyme.
Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan fermentasi yang perlu diperhatikan.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama kegiatan berlangsung, baik dalam sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik pembuatan Eco Enzyme.
Sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, peserta LPB V memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada ruang pembelajaran semata, tetapi dapat diterapkan serta disebarluaskan kepada masyarakat sekitar.
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan selama ini telah berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui kegiatan edukasi seperti ini, diharapkan semangat kepanduan tidak hanya diwujudkan melalui prestasi dan pengembangan diri, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak besar di masa depan.
Melalui pemanfaatan Eco Enzyme, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari hal-hal sederhana, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang. (*)
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)