Wartapalaindonesia.com, KUNINGAN – Perjalanan menuju Pos 1 Cigowong di jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan pada Rabu, 12 Agustus 2026, menjadi kesempatan bagi Tim KKN-T IPB Desa Cisantana untuk turut membantu menjaga kebersihan jalur pendakian.
Dari hasil penyisiran sepanjang jalur, tim KKN-T IPB mengumpulkan berbagai sampah anorganik seperti botol plastik, bungkus makanan ringan, mi instan, puntung rokok dan lainnya. Seluruh sampah tersebut diangkut kembali ke basecamp untuk dipilah dan dibuang ke tempat pengolahan sampah.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan di jalur pendakian tidak hanya berkaitan dengan upaya pembersihan, tetapi juga dengan perilaku setiap pendaki.
Kegiatan mengambil sampah dapat membantu mengurangi sampah yang tertinggal di jalur, tetapi kebersihan kawasan dalam jangka panjang tetap bergantung pada kesadaran pendaki untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Menurut Tim KKN-T IPB Desa Cisantana, pendaki memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan jalur.
Membawa kembali sampah pribadi merupakan bagian dari etika dasar pendakian yang seharusnya diterapkan sejak meninggalkan basecamp hingga kembali turun.
Hal sederhana seperti menyimpan bungkus makanan, botol minuman, dan sampah lainnya di dalam tas untuk kemudian dibawa turun dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan oleh setiap pendaki.
Ketua mitra pengelola jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan Ndun Abdulah, menyampaikan bahwa persoalan barang bawaan dan sampah yang dihasilkan selama pendakian pada dasarnya merupakan tanggung jawab masing-masing pendaki.
Pihak basecamp memiliki peran dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan, namun memiliki keterbatasan untuk mengawasi ataupun memeriksa setiap barang yang dibawa.
Karena itu, kesadaran pendaki untuk membawa dan mengelola kembali sampah yang dihasilkan menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan jalur pendakian.
Selain mengganggu kenyamanan, sampah yang tertinggal di kawasan gunung juga berpotensi mengganggu lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, menjaga kebersihan jalur tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pengelola maupun pihak yang melakukan kegiatan bersih-bersih. Melalui kegiatan sederhana tersebut, Tim KKN-T IPB Desa Cisantana berharap semakin banyak pendaki yang memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan Gunung Ciremai.
Pendaki tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kawasan yang dikunjungi tetap terjaga. (*)
Kontributor || Humas Tim KKN-T IPB Desa Cisantana
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)