KKN MIT 22 Posko 188 Edukasi dan Tanam 500 Bibit Mangrove di Pesisir Kartika Jaya

Wartapalaindonesia.com, Kendal — KKN MIT 22 Posko 188 Desa Wonosari UIN Walisongo Semarang menggelar edukasi dan penanaman sekitar 500 bibit mangrove di Mangrove Academy, Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat Gerakan “Tak Ijo Royo-Royo” tersebut diikuti sekitar 55 peserta yang terdiri atas mahasiswa KKN, siswa SMP Negeri 1 Patebon, anggota IPNU-IPPNU, serta masyarakat sekitar.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan persiapan peserta. Acara kemudian dibuka oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 188, Muhammad Maftuh Baehaqi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebelum penanaman, peserta mengikuti edukasi mengenai ekosistem mangrove yang disampaikan Wasito, aparatur sipil negara (ASN) yang aktif dalam kegiatan konservasi mangrove di pesisir Kendal.

Dalam materi tersebut, Wasito menjelaskan sejumlah jenis mangrove, manfaatnya bagi ekosistem pesisir, serta teknik penanaman yang tepat. Ia mengatakan edukasi mengenai mangrove penting dilakukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami fungsi mangrove secara lebih luas.

“Kegiatan seperti ini penting karena tidak semua orang mau menanam mangrove dan mau tahu apa itu mangrove dan manfaatnya,” ujar Wasito.

Setelah mengikuti edukasi, peserta menuju lokasi penanaman menggunakan perahu. Sekitar pukul 09.15 WIB, peserta mulai menanam sekitar 500 bibit mangrove yang terdiri atas propagul bakau hitam, bakau, dan api-api.

Penanaman dilakukan secara berkelompok. Peserta terlibat langsung dengan turun ke kawasan berlumpur untuk menanam bibit yang telah disiapkan.

Ketua pelaksana kegiatan, Syarifan Zaky atau Kesang, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan ekosistem mangrove kepada siswa, generasi muda, dan masyarakat.

“Kami ingin mengedukasi siswa, generasi muda, dan masyarakat mengenai apa itu mangrove dan apa saja manfaatnya. Penanamannya juga sekitar 500 bibit. Meskipun hanya sedikit, harapannya tetap memberikan manfaat. Lebih baik memberikan dampak meskipun kecil daripada tidak memberikan dampak sama sekali atau hanya omong kosong,” kata Syarifan.

Menurut Syarifan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan konsep ekoteologi yang menjadi salah satu perhatian dalam program Kementerian Agama.

Sementara itu, Muhammad Maftuh Baehaqi mengatakan penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga lingkungan.

“Walaupun menanam bibit mangrove, tetapi berdampak besar bagi kelangsungan masa depan. Walaupun sedikit kontribusi, tetapi banyak manfaat. Ini bagian dari cinta tanah air,” ujarnya.

Setelah penanaman selesai, peserta mengikuti permainan dan kegiatan bersama hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Peserta kemudian kembali ke Mangrove Academy untuk berganti pakaian dan beristirahat sebelum kegiatan ditutup.

Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan edukasi dan penanaman mangrove. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan terhadap bibit yang telah ditanam.

Masyarakat juga mengusulkan agar kegiatan berikutnya dimulai lebih pagi untuk mengurangi paparan panas saat proses penanaman.

“Kami mengapresiasi anak-anak KKN yang sudah membuat kegiatan edukasi dan penanaman mangrove ini. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di kegiatan ini saja, tetapi juga dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan bersama,” ujar salah seorang warga.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi dilanjutkan melalui perawatan dan pengawasan bersama antara masyarakat, generasi muda, dan pihak terkait di kawasan mangrove Desa Kartika Jaya.

Kontributor || Syarifan Zaky
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.