Wartapalaindonesia.com, ENREKANG – Demi menjaga alam bukan hanya tentang menikmati keindahannya, serta tentang mengambil tanggung jawab untuk merawat dan mewariskannya kepada generasi yang akan datang.
Semangat inilah yang menjadi salah satu landasan pelaksanaan Ekspedisi Pelosok UKM BASMALA Universitas Muhammadiyah Enrekang, sebuah kegiatan pengabdian yang memadukan pendidikan, lingkungan, dan kepedulian sosial kepada masyarakat di Dusun Pendokesan Desa Bone-bone Kabupaten Enrekang, 6 Agustus 2026.
Salah satu rangkaian kegiatan dalam ekspedisi tersebut adalah penanaman pohon yang dilaksanakan bersama masyarakat dan anak-anak setempat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian BASMALA UNIMEN terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan membawa bibit tanaman menuju lokasi kegiatan, anggota BASMALA UNIMEN tidak sekadar menanam sebuah pohon ke dalam tanah. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan. Harapan agar lingkungan tetap hijau, sumber air tetap terjaga, tanah tetap memiliki daya dukung, serta generasi mendatang masih dapat menikmati alam yang sehat dan lestari.
Kegiatan penanaman juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Mereka diajak untuk mengenal pentingnya pohon bagi kehidupan, mulai dari menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko erosi, hingga membantu mempertahankan kualitas lingkungan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses penanaman, pendidikan lingkungan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi melalui pengalaman nyata.
Bagi BASMALA UNIMEN, kegiatan penghijauan dalam Ekspedisi Pelosok memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menambah jumlah pohon. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Sebagai organisasi mahasiswa pencinta alam, BASMALA UNIMEN berupaya menerjemahkan kecintaan terhadap alam ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah perubahan lingkungan yang semakin terasa, gerakan kecil seperti menanam satu pohon memiliki arti penting. Sebuah pohon mungkin tidak langsung mengubah keadaan, tetapi ketika ditanam bersama-sama dan dirawat secara berkelanjutan, ia dapat tumbuh menjadi bagian dari ekosistem yang memberikan kehidupan.
Ekspedisi ini juga mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari langkah sederhana: membawa bibit, menggali tanah, menanam, menyiram, dan kemudian menjaga agar tanaman tersebut tetap hidup. Dari tangan-tangan sederhana itulah sebuah perubahan dapat tumbuh.
Lebih dari sekadar kegiatan lapangan, penanaman pohon dalam Ekspedisi Pelosok BASMALA UNIMEN menjadi bentuk nyata dari semboyan bahwa manusia dan alam adalah bagian dari satu kehidupan yang saling membutuhkan. Ketika alam dijaga, kehidupan akan memiliki ruang untuk tumbuh. Ketika masyarakat dilibatkan, kepedulian akan memiliki kesempatan untuk diwariskan.
Pada akhirnya, pohon-pohon yang ditanam mungkin akan tumbuh jauh setelah para peserta ekspedisi meninggalkan lokasi. Kelak, ketika batangnya semakin besar dan tajuknya semakin rindang, mungkin tidak banyak yang mengingat siapa yang pertama kali menanamnya. Namun, di sanalah makna sebuah pengabdian menemukan tempatnya: tidak selalu tentang siapa yang dikenang, tetapi tentang apa yang tetap hidup setelah kita pergi. (*)
Kontributor || Humas UKM BASMALA UNIMEN
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)