WartapalaIndonesia.com, CIREBON – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapalangit Biru STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon menyelenggarakan Sekolah Vertical Rescue Angkatan 298 di kawasan wisata Tebing Batulawang, Cirebon, Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas bagi para pegiat alam terbuka dalam bidang vertical rescue.
Pelaksanaan kegiatan menggandeng Vertical Rescue Indonesia (VRI) dengan menghadirkan tenaga ahli sebagai instruktur selama proses pelatihan.
Sekolah Vertical Rescue Angkatan 298 diikuti oleh 39 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga peserta dari luar negeri.
Peserta datang dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Bogor, Cianjur, Bandung, Surabaya, Jakarta, Bengkulu, Sumatra Barat, Sulawesi Barat, hingga Singapura.
Keberagaman asal peserta tersebut menunjukkan bahwa kegiatan vertical rescue tidak hanya menjadi sarana peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi wadah memperluas jejaring, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat kolaborasi antarorganisasi dan komunitas pecinta alam.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran dan praktik yang berkaitan dengan penanganan keadaan darurat di medan vertikal.
Kehadiran tenaga ahli dari Vertical Rescue Indonesia memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari praktisi yang memiliki kompetensi di bidang vertical rescue.
Kegiatan ini juga terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Sejumlah organisasi yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan antara lain UKM PSM Biru, UKM Mapala Gematika STMIK IKMI Cirebon, Mapala Himapa FE UNIKU, Mapala Muci UMC, Mapala Mahapaku, serta tim dokumentasi Awistory.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi mahasiswa dan komunitas pecinta alam.
Semangat gotong royong dan saling mendukung menjadi salah satu kekuatan dalam terselenggaranya Sekolah Vertical Rescue Angkatan 298.
Salman, perwakilan UKM Mapalangit Biru sekaligus ketua pelaksana kegiatan, mengatakan bahwa pelaksanaan Sekolah Vertical Rescue Angkatan 298 bukan hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pembangunan jejaring dan karakter para peserta.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan selama tiga hari saja. Apa yang dipelajari peserta dapat terus dikembangkan dan diterapkan ketika berada di lapangan. Bagi kami, kemampuan vertical rescue harus berjalan bersama dengan kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab,” ujar Salman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instruktur, peserta, organisasi pendukung, pengelola Tebing Batulawang, serta seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Nasakh dari Mapala Gematika STMIK IKMI Cirebon selaku Koordinator Lapangan menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam membangun kerja sama lintas organisasi.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika beberapa organisasi memiliki semangat dan tujuan yang sama, kita bisa membangun kegiatan yang lebih besar dan memberikan manfaat. Di lapangan, kita belajar bahwa komunikasi, koordinasi, kedisiplinan, dan saling percaya menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan vertical rescue,” ungkap Nasakh.
Menurutnya, keterlibatan berbagai organisasi dalam kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan yang dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir.
Dukungan juga datang dari Suherman, selaku pengelola wisata Tebing Batulawang. Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan pelatihan vertical rescue di kawasan tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena selain menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga memperkenalkan Tebing Batulawang sebagai salah satu tempat yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi, olahraga, dan pengembangan kemampuan di alam terbuka,” kata Suherman.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta keberadaan masyarakat dan pengelola kawasan.
Pelaksanaan Sekolah Vertical Rescue Angkatan 298 di Tebing Batulawang sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi mahasiswa, komunitas pecinta alam, tenaga ahli, pengelola wisata, dan tim dokumentasi dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif dan bermanfaat.
Bagi Mapalangit Biru STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas anggota dan memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 27 September 2026, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman dan keterampilan baru, tetapi juga semangat untuk terus belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan kemampuan vertical rescue secara bertanggung jawab. (*)
Kontributor || Ahmad Syarofi, M.Sos
Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)