Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Selasa 17 november 2015 bertempat di aula garuda mukti gedung rektorat lantai 5 kampus c Universitas Airlangga, Wanala Pecinta Alam Universitas Airlangga menyuguhkan sebuah acara yang menarik dan edukatif berkerja sama dengan salah satu brand outdoor gear yaitu eiger, “acara serupa juga pernah dilaksanakan sebulan yang lalu untuk publikasi seven summit Wanala Unair” kata ketua pelaksana Wahyu nur wahid “dan acara ini untuk sosialisasi kepada mahasiswa umum khususnya pelajar bahwa kegiatan alam bebas itu bukan main main perlu persiapan karena taruhannya nyawa” imbuh mas wahyu saat diwawancara.
Bincang-bincang ini bertujuan untuk memberitahu gimana sih cerita yang sebenarnya dalam film everest karena ada yang tidak relevan dalam film tersebut dan dimedia online penulis buku film everest complain tentang film yang sudah tayang di bioskop.
Yang menjadi daya tarik dari bincang bincang ini adalah tema film everest, eiger dan tentu saja pengisi acara. Acara yang di isi oleh salah satu seven summiter Indonesia yang sudah pernah menapakkan kaki di 7 puncak tertinggi dunia yaitu Iwan Kweceng Irawa. Sebelum Acara mulai jam 13.30 para audiens disuguhi dengan life music serta pembagian souvenir dari eiger saat mengisi daftar registrasi tempat.
Acara dimulai dengan kata sambutan dari ketua umum wanala universitas airlangga Kadek Inten Sari lalu dilanjut dengan sedikit cerita diberikan oleh Pak Galih selaku moderator, dan beliau juga sudah pernah ke everest untuk membagi pengalaman beliu dengan para peserta dan acara bincang-bincang ini berlanjut dengan pemutaran film everest untuk dinikmati para peserta. Tentu saja pemutaran ini membuat para peserta semakin antusias untuk mengetahui lebih dalam tentang pendakian salah satu puncak tertinggi dunia.
Setelah nobar film everest akhirnya pengisi acara yang ditunggu tunggu Iwan Kweceng Irawan dari wanadri yang akrab disapa kang Iwan sebagai pembicara ini membeberkan pengalamnnya selama menyelesaikan misi membanggakan untuk mencapai 7 puncak dunia.
Kang iwan menceritakan begaimana teknis pendakian untuk menuju puncak everest yang harus dan wajib bermodalkan fisik yang prima, persiapan latihan yang dilewati selama berbulan bulan agar bisa beradaptasi di suhu dan cuaca extreme saat melakukan pendakian 7 puncak gunung tertinggi di dunia.
Kang iwan sudah 2 kali menjejakan kaki di Cartenz dan pengalaman itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kang iwan. Selain modal fisik prima, latihan dan tentunya materi yang tidak sedikit untuk kang iwan dan tim melakukan misi tersebut ada salah stu hal yang paling penting yaitu restu dan do’a dari kerabat terdekat terutama orang tua .
sebelum saya melakukan pendakian digunung manapun apa lagi di puncak puncak gunug tertinggi saya selalu berusaha untuk meminta izin dari orang tua dan meminta maaf kepada yang pernah saya sakiti karena do’a dan dukungan mereka yang akan menguatkan saya disana, sekalipun saya ngak balik lagi ke Indonesia seenggaknya saya sudah tenang didekap alam karena saya sudah meminta izin dan maaf dari mereka yang mengikhlaskan saya terutama ibu saya
ucap kang iwan sembari meneteskan air mata.
Kang iwan juga menyinggung kegiatan mendaki gunung yang sedang trend sekarang. Pendakian yang dilakukan dengan persiapan yang kurang juga menjadi perhatian kang iwan. Beliau berpesan jalan satu satunya untuk mengedukasi persiapan dan memberitahukan yang salah dalam pendakian dimulai dari diri sendiri tidak perlu dengan berbicara secara kasar, cukup dengan kita mulai meberikan contoh bertingkah laku semestinya di alam dan tidak perlu menyombongkan diri.
Begitu rendah hati sosok kang iwan dalam menyampaikan pengalam pengalaman yang luar biasa bagi kita. Acara dilanjut dengan sesi Tanya jawab tetapi berhubung waktunya sudah hampir habis hanya 3 orang yang mendapatkan kesempatan tersebut untuk dijawab oleh kang iwan.
Acara ditutup dengan pembagian doorprice seperti tracking pol, daypack, kaos dan lain lain dari eiger bagi para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari kang iwan dan moderator.
Laporan : Ragil Putri Irmalia
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)



