Wartapalaindonesia.com, PULANG PISAU – Bencana Asap yang melanda daerah di berbagai wilayah indonesia meliputi Kalimantan, Sumatra hingga papua menimbulkan banyak reaksi dari berbagai kalangan, terutama Universitas Gadjah Mada. UGM tergerak untuk menerjunkan sejumlah mahasiswa untuk ikut membantu secuil menyelesaikan permasalahan yang diakibatkan oleh Asap.
KKN atau Kuliah Kerja Nyata yang digagas oleh Direktorat Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat UGM ini bertujuan untuk pengabdian & kemanusiaan. Seperti embrio yang dibawa Universitas melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian & Pengabdian Kepada masyarakat).
Kegiatan KKN ini berlangsung selama satu bulan berawal dari 11 November-10 desember 2015. Sebanyak 20 mahasiswa diterjunkan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Kawasan yang berada terdekat dari titik api beberapa waktu lalu.
Seperti yang dikemukakan oleh Bapak Dio, Kepala Desa Tumbang Nusa. Bencana Asap tahun ini merupakan yang terburuk beberapa tahun terkahir, jarak pandang mencapai satu meter saja. Segala aktivitas terganggu termasuk pembelajaran di sekolah-sekolah.
Pihak sekolah pun terpaksa meliburkan siswa-siswinya secara kondisional. Artinya ketika asap muncul sangat pekat barulah siswa-siswi sekolah diliburkan. Tetapi ketika asap yang muncul tidak terlalu parah maka sekolah pun berjalan seperti biasanya.
Desa Tumbang Nusa memiliki satu Taman Kanak-Kanak, dua Sekolah Dasar, dan satu Sekolah Menengah Pertama. Dari ketiga sekolah tersebut kondisinya cukup memprihatinkan. Bapak Eko sebagai Wakepsek SMP 2 Jabiren raya yang terletak di Desa Tumbang Nusa mengeluhkan percontohan sekolah-sekolah di daerah hanya yang bagus-bagus saja. Sehingga citra daerah tersebut naik.
Justru logika ini terbalik ketika sekolah yang sudah dibilang memenuhi standar dijadikan percontohan sehingga sekolah-sekolah pinggiran seperti SMP 2 Jabiren ini seakan baik-baik saja karena sudah terwakilkan oleh sekolah percontohan tadi.
Sekolah yang sempat diliburkan hampir satu bulan membuat siswa-siswa kampung Tumbang Nusa ketinggalan pelajaran. Kondisi ini diperparah dengan melihat fisik sekolah yang belum memenuhi kelayakan dari segi sarana dan prasarana guna menunjang pembelajaran. Untuk itu mahasiswa KKN UGM diharapkan mampu menunjang ketertinggalan pelajaran yang dialami oleh siswa-siswi desa ini.
Gati Suistiyo sebagai Koordinator mahasiswa unit(KorManit) KKN UGM ini serta 19 mahasiswa lain berusaha mengabdi semaksimal mungkin untuk mengamalkan ilmu yang sudah ditempa sampai hari ini, baik itu di universitas maupun diluar universitas.
Selain program Pendidikan yang menjadi program utama, kami juga mempunya 2 program lain, yaitu bimbingan konseling dan kesehatan. Tentu kami hadir di sini tidak muluk-muluk ingin mengubah dari miskin ke kaya, dari bodoh ke pintar, dari tidak sadar lingkungan jadi peduli. Kami sadar hal itu. Akan tetapi kami ingin menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi mereka untuk senantiasa sama-sama mementingkan pendidikan. Semoga hal itu bisa terpenuhi dan akan terus mengalir di desa ini.
Kawasan desa Tumbang Nusa berada di tepi Sungai Kahayan. Sungai yang terbentang luas ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat di sana. Kampung yang terbilang cukup damai ini mempunya sekitar 200-an kepala keluarga yang penghuninya sebagian besar adalah anak-anak dan balita.
Laporan : Puspita N.A, Phone :081251366122, Pin : 2add30c1
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

