Wartapalaindonesia.com, JEMBER – “Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku….” Nyanyian lagu Indonesia Raya menggema sepanjang Long March dari masjid pusat Universitas Jember sampai bundaran DPRD Jember dengan membentangkan poster yang bernada tuntutan.
Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 18 November 2015 tersebut berhasil menghimpun 70 orang yang terdiri dari MAPALA se Jember, Pers Tegal Boto (UKM Pers UNEJ), RRI Jember, Teater Oksigen (UKM Seni Universitas Muhammadiyah Jember), KURUSETRA (UKM Seni Fakultas Ekonomi UNEJ), IDEAS (UKM Pers Fakultas Sastra UNEJ), dan masyarakat simpatisan tambang.
Tujuan dilaksanakan kegiatan Aksi Solidaritas Tolak Tambang Ilegal tersebut yaitu untuk menolak tambang-tambang ilegal yang ada saat ini, khususnya tambang yang terjadi di daerah Selok awar-awar, Lumajang. Aksi ini juga bertujuan untuk menyerukan dan mendesak adanya tindakan reklamasi terhadap bekas tambang yang ada di Selok awar-awar, Lumajang.
Hal penting lainnya yang juga menjadi perhatian pada aksi ini yaitu mengangkat isu masyarakat yang menolak tambang di Selok awar-awar agar tidak terjadi di daerah lainnya karena kini penambangan ilegal telah merambah ke daerah lain seperti di daerah Kencong, Jember dan agar MAPALA tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat luas. Selain itu, aksi ini juga membawa pesan dari masysrakat korban tambang yaitu menutup tambang ilegal dan pemulihan lahan pertanian.
Kegiatan yang dilakukan kali ini tidak hanya berupa long march tetapi juga melakukan aksi damai dengan mengumpulkan tanda tangan untuk mendukung petisi yang diberikan kepada pemerintah daerah, pembagian stiker kepada masyarakat yang lewat di sekitar DPRD Jember, teaterikal yang menggambarkan tentang kejadian Salim Kancil yang diperagakan oleh Teater Oksigen dan MAPALA Jember.
Aksi terakhir yaitu diskusi dengan wakil DPRD Jember yang diwakili oleh Dollah (Ketua UMUM MAPENSA Fak.Pertanian UNEJ dan Koordinator Forum Ketua Umum MAPALA Jember), Alif (Ketua Umum MPA MAPALUS, Fak. FISIP UNEJ), Semangka (Ketua Umum IMPA AKASIA, Fak. Hukum UNEJ), Mamong (Ketua Umum MAPALA EGALITARIAN, Universitas Islam Jember) dan Bolong (Ketua Umum GEMAPITA, FKIP UNEJ dan koordinator lapang acara aksi solidaritas tolak tambang).
Hasil diskusi dengan wakil DPRD jember yaitu pemerintah telah melaksanakan sosialisasi tentang pertambangan akan tetapi tindakan nyata belum ada. Pemerintah sepakat dan menyetujui dengan petisi yang diajukan namun sayang saat ini DPRD tidak memiliki hubungan dengan bahan galian C dan semua pertambangan karena kini pertambangan langsung mendapatkan ijin dari gubernur, DPRD hanya sebatas teknis.
Sehingga DPRD hanya mampu memberikan dukungan atas aksi dan petisi yang diajukan. Kini setelah mengantongi dukungan dari DPRD, Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Aliansi MAPALA Jember dan partisipan peduli tambang maka petisi diajukan kepada Bupati dan akan dilanjutkan hingga sampai kepada gubernur Jawa Timur.
Harapan yang disampaikan dari aksi ini yaitu akan menjamurnya aksi-aksi serupa dari MAPALA seluruh Indonesia karena kini pertambangan di Indonesia sudah menjamur, dan adanya langkah nyata dari petisi yang telah diberikan, terutama kepada gubernur Jawa Timur tentang reklamasi di Selok Awar-awar dan penutupan tambang ilegal di pantai Paseban. Pesan penting yang menjadi inti dari aksi solidaritas ini adalah “Kita tidak bisa hanya DIAM, ingat! LIHAT, DENGAR dan LAPORKAN!” Salam Lestari!
CO Kegiatan : Ahmad Suprayogi (Dollah), Mapensa, Agroteknologi UNEJ 2012
Laporan : Amanah Fitria
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)



