Komunitas Peduli Lingkungan : Limbah Air Surabaya Memprihatinkan

Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Air merupakan sumber energi utama makhluk hidup di bumi, sudah selayaknya kita mengolah serta menjaganya dengan baik. Bagaimana tidak tumbuhan hewan dan manusia saja menggantungkan hidupnya dengan air. Bahkan manusia bisa hidup sebulan tanpa makan, tapi Cuma mampu hidup seminggu tanpa air.

Untuk tetap menjaga ekosistem air dunia melalui sidang umum PBB ke-47, di Rio de Janeiro, Brazil, pada 22 Desember 1992 menetapkan hari iar sedunia. Langkah tersebut merupakan langkah awal untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas sumber air.

Dalam melanjutkan langkah awal yang sudah terbentuk tersebut, kami dari Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) se-Gerbang Kertosusila yang beranggotakan Mahasiswa Pencinta Alam, Siswa Pencinta Alam dan Organisasi Pencinta Alam se Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan, merasa bertanggung jawab dan perlu melakukan sosialisasi kongkrit dan ikut andil menjaga kelangsungan ekosistem air yang layak konsumsi dan juga di jadikan tempat hidup ekosistem hewan dan tumbuhan.

Berangkat dari visi yang sama kami (KPL) sepakat melakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di ekosistem lingkungan sungai Surabaya dan sekitarnya. Serangkaian kegiatan tersebut mengusung tema “Kebersihan Air Kita Merupakan Jantung Hidup Sehat”. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 06-12 maret 2016. Disitu KPL melakukan pengambilan sampel air di dekat intake PDAM (titik air yang diambil oleh PDAM untuk selanjutnya diolah menjadi air minum oleh masyarakat surabaya).

Selama proses tersebut tim mengambil sample di titik dan jam yang sam yaitu pukul 16.45. pengambilan diambil rutin selama satu minggu, lalu sampel tersebut langsung di teliti di Lab Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya, agar masyarakat mengetahui kondisi air aku di surabaya, bagaimana kelayakan air tersebut untuk diminum serta mengetahui perbedaan air.

Tak hanya melakukan pengambilan sampel air, KPL juga mengadakan pengarungan sungai yang diadakan pada tanggal 19 Maret 2016. Dimulai dari sungai Mlirip Mojokerto sampai Rolak Gunungsari Surabaya. Acara yang dimulai pukul 06.00 tersebut rencananya menggunakan 9 perahu. Dalam pengarungan tersebut tim akan melakukan sosialisasi ke masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai yang akan dilewati oleh tim. Ketika sudah di sungai Rolak akan dilakukan penyambutan tim yang di targetkan pada pukul 15.00 setelah itu bersama-sama melakukan bersih sampah di sepanjang aliran sungai tersebut.

Keesokan harinya (minggu 10/3) KPL melakukan aksi didepan Taman Bungkul yang bertepatan saat CFD (Car Free Day) berlangsung. Dalam aksi tersebut dibuka dengan presentasi hasil pengarungan serta penelitian yang suah dilakukan ke masyarakat melalui orasi, serta juga ada pameran yang menampilkan tentang hasil pengarungan sungai dan penelitian tersebut. Acara yang dimulai pukul 06.00 tersebut, ditutup dengan upacara yang juga akan dibacakan Kode Etik Pencinta Alam.

Kontibutor : Humas KPL (Prapala Stikosa AWS)

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.