Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI – Tim Ekspedisi Sungai Sadari yang diprakarsai oleh organisasi pecinta alam Bara Rimba menemukan fakta mengejutkan. Dalam pengamatan biolitik, yaitu pemantauan lingkungan menggunakan indikator biota, tim menemukan bahwa Sungai Sadari masuk kategori tercemar sedang.
Indikator yang digunakan berupa makroinvertebrata bentos, misalnya serangga air, kepiting, udang, siput dan cacing. Dari 11 titik pengamatan, ditemukan 15 famili biota yang masuk jenis Non EPT, dengan jumlah individu 149 individu. Keragaman jenis family mendapatkan skor 4, keragaman jenis EPT skor 1, kelimpahan EPT skor 1 dan indeks biolitiknya mendapatkan skor 2. Hasil akhirnya mendapatkan skor 2. Artinya Sungai Sadari tercemar sedang berdasarkan penilaian kualitas air sungai dengan biolitik.
Hasil pemeriksaan kesehatan habitat sungai menggunakan parameter pemeriksaan habitat meliputi ; kondisi substrat dasar sungai, vegetasi bantaran sungai, tingkat sedimentasi, adanya modifikasi sungai, dan aktivitas manusia disekitar sungai. Pengamatan sungai dilakukan dalam jarak pandang 100 meter meliputi gambaran umum dalam radius lapang pandang habitat yang diamati. Kemudian menetapkan member skor untuk setiap parameter habitat. Hasil pengamatan mendapatkan skor 2 dari 11 titik pengamatan sepanjang Sungai Sadari yang kesimpulannya Sungai Sadari memiliki kesehatan habitat yang kurang sehat.
Salsabila Azzahra, Penanggung Jawab Biolitik, mengatakan, “Kami menyimpulkan Sungai Sadari tercemar sedang dan kurang sehat secara habitat. Karena penggunaan pestisida yang dilakukan secara besar-besaran oleh para petani dan limbah rumah tangga dari perkampungan. Sungai Sadari jangan sampai dilupakan, namun harus dibangkitkan kesadaran bahwa sungai adalah sumber kehidupan.”
Sungai Sadari merupakan sungai yang secara admintrasi terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sungai Sedari dulunya bagian Sungai Citarum. Namun terpisah sejak pembangunan kanal irigasi Tarum Utara oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sungai Sadari melewati 4 kecamatan, yakni Kec. Rengasdengklok, Kec. Jayakerta, Kec. Tirtajaya, dan Kec. Cibuaya. Sekarang sungai ini menjadi tempat pembuangan air irigasi di persawahan utara Kab. Karawang.
Kontributor : Willy Fauzan dari Bara Rimba
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

