300 Pahlawan Konservasi Berjibaku di Gunung Anyar

Wartapalaindonesia.com, SURABAYA  – Kota Pahlawan tidak hanya dihuni para pahlawan kemerdekaan, pada dewasa ini kota Pahlawan juga dibanjiri oleh Pahlawan konservasi.  Salah satunya tercermin oleh kegiatan peduli mangrove (Dumang) pada Minggu (10/04/2016) di Kawasan Gunung Anyar, Surabaya.

Kegiatan yang dimotori oleh Mahasiswa Pencinta Alam STIE Mahardhika (Palasdhika) dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang datang dari komunitas pencinta alam maupun Mapala,”target kami untuk penaman mangrove ini sekitar 120 orang undangan, tapi yang hadir lebih dari 300 orang,” tutur Dedi Arianto yang didapuk sebagai ketupel dumang 2016.

Tercatat beberapa komunitas datang bukan hanya dari Mapala, melainkan juga di dominasi oleh komunitas pencinta alam dan umum,”setiap kami menggelar dumang, peserta dari komunitas pencinta alam selalu membeludak, tak hanya itu, mereka datang dari luar kota bahkan mereka datang secara swadaya,” lanjut pemuda kelahiran kota patriot ini.

Acara yang diawali dengan malam keakraban antar peserta, dilanjutkan dengan sharing ilmu tentang konservasi terutama mangrove. Paginya acara dibuka langsung oleh Bapak Wahid selaku perwakilan Dinas Pertanian yang juga menjelaskan singkat cara penanaman mangrove, “bibit mangrove harus dilepas terlebih dahulu dari polibagnya, lalu polibag disimpan untuk dibuang ke tempatnya agar tak mengotori lingkungan, lalu siapkan anjir (bambu) sebagai penyanggah bibit, terakhir tanam.”

Pada kesempatan kali ini panitia menyiapkan penanaman di darat dengan 500 bibit mangrove dan 2500 bibit mangrove untuk penanaman di pesisir. “Sengaja kami pilih kawasan Gunung Anyar untuk penanam 3000 bibit mangrove yang sekaligus mengenalkan kemasyarakat bahwa di Surabaya bukan hanya di Wonorejo yang perlu perhatian kita bersama,” ucap Slamet Sudarianto ketua umum Palasdhika.

Acara ini sejatinya dalam rangka memperingati hari bumi, yang setiap tahun rutin digelar melalui peduli mangrove, “acara dumang ini merupakan acara ke-empat sejak tahun 2013 lalu,” lanjut Wonbin sapaan akrab Slamet.

Peserta yang datang dari berbagai komunitas mengaku puas dengan cara yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini, “kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperingati hari bumi, selain panitia yang menyediakan bibit mangrove sangat banyak, kami juga bisa saling kenal dengan para aktivis pencinta alam lainnya yang dipertemukan dalam acara ini,” aku Imadu Dini salah satu peserta dari Gen Corps Unair.

Kegiatan dumang sendiri didukung oleh Dinas Pertanian dan segenap civitas akademika STIE Mahardhika, tak lupa para tamu istimewa sebut saja penggiat konservasi seperti Erick Kelana (bang Erick) yang selalu hadir dalam kegiatan ini serta peserta yang merupakan para pahlawan konservasi, jempol untuk Palasdhika.

Spesial Thank to : UKM Jurnalis, UKM Kempo, Gunapala, Kopala, Bocor Adventure, KPG Susi Resik, Profauna Surabaya, Rimbapala, Njebles Adventure, Durjannah, Casper Pala, Pasung, Rock n Roll, Kopi Liar Indonesia, Stres Adventure, Dalbo, Impala Surabaya, Sahabat Giriwana, Gerakan Indonesia Surabaya, Begejekan, Potoreat Club, Gen Corps Unair.

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi

Peserta Dumang 2016 (2)

Peserta Dumang 2016 (3)

Peserta Dumang 2016 (4)

Peserta Dumang 2016 (5)

Peserta Dumang 2016

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

1 Comment

  • abdul kholiq , April 11, 2016 @ 9:47 pm

    LANJUTKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.