Wartapalaindonesia.com, BANTAENG – Setelah hampir sepekan peserta Temu Wicara TWKM 28 Sulsel memikirkan solusi untuk permasalahan lingkungan yang kian kritis di tanah air. Kini waktunya peserta merefresh diri dengan mengikuti field trip ke pantai Marina. Sebelum menikmati keindahan bentang alam Sulawesi Selatan, beberapa peserta memanfaatkan waktu luang dengan berbagai kegiatan di rusun Bantaeng pada Sabtu 22 Oktober 2016.
Beberapa diantara peserta menikmati view Pelabuhan Bantaeng setelah diguyur hujan, sebagian lagi bernyanyi bersama merasakan kehangatan persahabatan, beberapa lainnya bermain sepak bola di pinggir pantai dan sebagian bernostalgia dengan permainan tradisionl sepak takraw.
Menarik menyaksikan anggota Mahasiswa Pencinta Alam ini membaur bersama warga sekitar, di antara mereka bahkan menyempatkan diri bermain bersama anak-anak asli Bantaeng. Olahraga tradisional sepak takraw sendiri cukup menarik beberapa peserta dan tanpa diduga mereka cukup lihai memainkannya.
Kunjungi FB : TWKM 28 Sulsel dan FB : Mapala UMI Makassar
Seperti Arman yang berasal dari Mapala Mahakripa UKI Toraja, berkali-kali Arman membuat lawannya kerepotan dengan tendangan saltonya. Saat ditanya tentang kelihaiannya, Arman dia mengatakan, “sepak takraw merupakan salah satu olahraga favorit yang ada di Toraja, karena itu olahraga ini tidak asing bagi saya.”
Lain Arman, lain Said dan Frans, Said yang berasal dari Wirpala Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Sulsel mengatakan bahwa, “olahraga ini menjadi salah satu cara kami melestarikan olahraga tradisional.” Hal ini langsung diamini oleh Frans yang berasal dari Mapala STIK TM Makassar.
Sedangkan Arman, Said dan Frans memiliki lawan tanding yang tak kalah kuat, mereka adalah Ajwaidin dan M. Ali yang masing-masing berasal dari Mapala Mahapeta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima dan Mapala Parewa STKIP Taman Siswa Bima.
Menurut M. Ali, “sepk takraw sudah masuk olahraga tradisional dan sudah menjadi budaya, di Bima hampir setiap anggota Mapala pasti bisa memainkannya”
Sedangkan menurut Ajwaidin, “memainkan olahraga ini seolah menjadi nostalgia, di mana sudah lebih dari 6 tahun sejak SMP, baru kali ini bermain lagi, hingga saya merasa harus turut serta melestarikannya.”
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi




Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)