Wartapalaindonesia.com, ADVOKASI – Menindak lanjuti hasil Temu Wicara (TWKM 28) di Makassar, kini setiap anggota Pencinta Alam bergerak mengadvokasi isu yang terjadi di masing-masing wilayah sesuai dengan hasil musyawarah TW-TWKM 28 Makassar.
Aksi Lingkungan Aliansi Pecinta Alam se Sulawesi Utara (30/03) mengangkat 6 isu yang disuarakan baik menyangkut masalah lingkungan di Sulawesi Utara maupun di Indonesia.
Pertama, Save Yaki
Macaca Nigra atau yang dikenal dengan nama yaki merupakan hewan endemik Sulawesi Utara yang tiap tahun populasinya semakin sedikit.
Bagaimana tidak, kesadaran dari masyarakat sendiri yg seringkali dihimbau agar tidak mengkonsumsi dan memperdagangkan yaki kerena yaki juga merupakan satwa yang dilindungi.
Kedua, Save Penyu
Sama halnya dengan penyu yang merupakan satwa dilindungi dan juga habitatnya hingga sekarang ini masih banyak dicari oleh oknum yang tidak bertanggung jawab baik untuk dikonsumsi maupun diperdagangkan.
Apalagi di Sulawesi Utara sendiri perdagangan penyu marak ditemukan sekitaran warga sendiri.
Ketiga, Tolak PT. Malisya Sejahtera
Sekitar 177,7 HA lahan tanah milik negara yang ingin dikuasai oleh perusahan tersebut untuk melakukan penggarapan kebun kelapa sawit.
Warga di desa Tiberias Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara sangat menolak perusahan utnuk beroperasi karena menimbulkan dampak pencemaran lingkungan juga menghilangkan pekerjaan warga sebagai petani.
Keempat, Save Kendeng
Aksi solidaritas dari Pecinta Alam di Sulawesi Utara untuk bersama-sama membantu warga Kendeng dengan menyuarakan penolakan PT. Semen Indonesia untuk beroperasi di wilayah yang sebagian besar wilayah karst.
Kelima, Save Pulau Bangka
Hingga saat ini perusahaan PT. MMP masih terus beroprasi dilahan pulau yang memiliki sebagian besar tanahnya mengandung bijih besi.
Keputusan MA jakarta pusat sudah dimenangkan oleh masyarakat tapi hingga sekarang ini perusahaan tersebut masih beroperasi.
Keenam, Pelestarian Terumbu Karang Pantai Malalayang
Pantai Malalayang Manado salah satu wisata bahari yang sangat mudah diakses oleh masyarakat, beberapa spot diving serta terumbu karang yang banyak ditransplantasi oleh Pecinta Alam membuat daerah pantai Malalayang sering dikunjungi oleh warga sekitar.
Kami harapkan tak ada reklamasi di daerah pantai karena sangat merusak biota laut yang sudah dirawat oleh para Pecinta Alam.
Kontributor : Mapala Equil
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)