Astacala Berkonservasi, Situ Cisanti Berseri

Wartapalaindonesia.com, BANDUNG – Mengurangi dampak yang lebih buruk di kawasan wisata, Astacala Telkom University berupaya mengurangi permasalahan sampah dengan menambahkan infrastuktur tempat sampah dan papan himbauan menjaga kebersihan di kawasan Situ Cisanti Kabupaten Bandung pada Sabtu (6/5) lalu.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi dari hasil peninjauan langsung tim Perjalanan Wajib Astacala yang menghasilkan kesimpulan, bahwa ketersediaan tempat sampah yang ada di Situ Cisanti tidak sebanding dengan luas kawasan yang mencakup 10 hektar.

Ditambah dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat, tentu  menghasilkan sampah yang tergeletak disembarang tempat dan tidak pada tempatnya. Hal tersebut dapat memperburuk dan memberikan masalah pencemaran di Sungai Citarum.

“Kami melihat Situ Cisanti yang merupakan hulu dari Citarum, sungai terkotor di dunia, kondisinya juga tercemar,” tutur Verli Harlina, ketua Perjalanan Wajib.

“Oleh karena itu kami memulai dari hulu untuk menyelesaikan permasalahan Sungai Citarum dan kegiatan ini sejalan dengan program jangka panjang Astacala untuk merestorasi Sungai Citarum hingga keluar dari daftar salah satu sungai paling tercemar di dunia,” sambung Verli.

Bersama dengan pengelola kawasan Cisanti, tim PW memasang lima pasang tempat sampah dan papan himbauan pada titik-titik yang telah ditentukan. Satu pasang tempat sampah berupa satu buah tempat sampah organik dan anorganik.

Pemasangan papan himbauan sendiri bertujuan untuk memberikan pesan moral kepada pengunjung supaya lebih peduli terhadap masalah kebersihan di Cisanti.

Pesan dalam papan himbauan pun sengaja ditulis berbahasa Sunda “Hade pisan anjeun tiasa ngajaga Situ Cisanti dugi ka bersih” yang dalam bahasa Indonesia berarti “keren banget sih kamu, bisa menjaga Situ Cisanti bersih”.

“Pemilihan bahasa Sunda dilatarbelakangi oleh mayoritas pengunjung Cisanti yang merupakan masyarakat daerah Bandung dan sekitarnya. Kami berharap dengan penggunaan bahasa Sunda akan lebih mengena kesadaran pengunjung,” jelas Verli.

Ade selaku pemilik salah satu warung di Cisanti mengapresiasi kegiatan Astacala tersebut. ”Bagus dek ini kegiatannya, dengan penambahan tong sampah nanti kan bisa meningkatkan kebersihan di Cisanti. Semakin bersih Cisanti, semakin menambah keindahan Cisanti yang  juga bakal menambah daya tariknya.”

“Harapannya nanti mahasiswa juga bisa ikut bantu dalam pembuatan cinderamata, biar pengunjung ada kesannya setelah ke Cisanti,” lanjut  Ade.

Kegiatan ini tidak berakhir pada hari tersebut saja, selanjutnya tim PW Astacala akan kembali lagi untuk menambah papan infografis di setiap lokasi tempat sampah yang telah dipasang.

Papan infografis bertujuan untuk mengedukasi pengunjung supaya lebih memahami dan peduli terhadap permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan sampah dan kondisi ekosistem di Cisanti.

“Kami akan kembali sekitar 2 minggu lagi untuk memasang infografis dan kami juga akan bekerjasama dengan pengelola untuk mengedukasi pengunjung dan warga sekitar untuk memilah sampah sebelum dibuang,” ujar Verli Harlina

Tim PW Astacala juga akan berusaha menggandeng pengelola Bank Sampah untuk mengelola lebih lanjut hasil pemilahan sampah agar bernilai ekonomis bagi warga.

Kontributor : Abdur Rouf

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

1 Comment

  • Ozan , Mei 11, 2017 @ 12:14 pm

    ASTACALA!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.