Wartapalaindonesia.com, EKSPLORE – Kalian pasti pernah mendengar sebutan Kota Tauco. Kota yang masih dikelilingi sawah hijau. Kota yang berbatasan dengan Bogor, Purwakarta, Bandung dan Sukabumi yaitu Cianjur.
Tak hanya tauco, manisan juga menjadi makanan khas kota tersebut. Dipinggir jalan, pasti kalian dijajaki dengan toko-tokoyang menjual tauco dan manisan. Akan tetapi yang akan saya kupas disini adalah tentang pesona laut Cianjur itu sendiri.
Laut memang sering kali menjadi tempat yang menjadi pilihan saat menjelang liburan. Ia menjadi tempat yang pas untuk berkumpul bersama keluarga. Tak hanya Yogyakarta yang memiliki pantai Parangtaritis dengan keindahan yang penuh misteri.
Cianjur juga mempunyai laut yang sangat indah. Tak hanya pantainya saja, bahkan hasil lautnyapun sangatlah banyak. Dan bagi para Pecinta Alam yang suka tantangan, inilah salah satu pantai yang wajib kalian jajaki.
Pantai Cibali atau pantai yang terletak dikampung Cibali Cianjur Selatan ini adalah pantai yang belum dikenal. Hanya warga sekitar saja yang sering berlibur dan bermain disana.
Pantai dengan pasir hitam dan ombak yang besar ini menjadi pantai indah yang masih tersembunyi. Hanya butuh 15 menit dari kampung Cibali dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai disana.
Jalanan yang belum tersentuh hitamnya aspal, membuat para pengunjung harus mengelus dada saat melewatinya. Pantai ini terletak diatas sehingga para pengunjung harus menaiki bukit terlebih dahulu.
Jalanan terjal dan licin karena terkena hujan membuat pengunjung sering kali menutup mata saat menaiki ataupun menuruni bukit tersebut. Akan tetapi rasa takut itu akan tergantikan saat melihat pesona laut itu.
Dan satu hal lagi yang menambah plus pesona laut Cibali adalah makhluk lautnya. Apakah kalian pernah melihat Buyutuk? Kalau tidak perbahkah mendengar nama makhluk tersebut?
Saat pertama kali melihat makhluk itu mungkin kalian merasa jijik. Karena bentuknya yang mirip dengan kecoa, hanya saja dia berwarna hitam dan berisi (gemuk). Makhluk ini akan berwarna merah apabila telah dimasak, sebagaimana udang biasanya.
Buyutuk ini seperti tikus laut atau Aphrodita aculeata adalah cacing laut polychaete yang biasa dijumpai di Utara Atlantik, di Laut Utara, Laut Baltik dan Mediterranean.
Tikus Laut sebenarnya adalah seekor cacing yang mempunyai persamaan dengan Cacing Tanah. Tikus laut biasanya terselindung di dalam pasir. Dapat hidup di dasar laut berlumpur sekitar 1.000m di dalam laut.
Para warga sekitar menjadikan buyutuk sebagai lauk saat makan. Rasanya seperti udang biasanya.
Ya walaupun memang orang lain mungkin menganggap itu menjijikan. Tapi setelah saya mencobanya, rasanya tak kalah nikmat dengan udang. Gurih tanpa harus menggunakan bahan penyedap apapun. Penasaran?
Kontributor : Silvi Puja Sari (STEI SEBI Depok)
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)